Budi Awaluddin resmi menjadi nakhoda baru di Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menggantikan Syafrin Liputo yang kini mengemban tugas baru sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. Pergantian ini menjadi bagian dari perombakan struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat kinerja birokrasi. Sebelum dipercaya memimpin sektor transportasi ibu kota, Budi memiliki rekam jejak di sejumlah posisi strategis. Ia menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta pada 2025-2026, serta sebelumnya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta pada periode 2021-2025. Pengalaman lintas sektor ini diharapkan mampu membawa pendekatan baru dalam pengelolaan transportasi Jakarta yang semakin kompleks. Momen ini menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam memperkuat struktur organisasi guna menghadapi tantangan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (15/4). "Secara khusus saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang baru saja dilantik dan ini merupakan tanggung jawab yang besar," ujar Pramono, dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta (15/4/2026). Ia mengatakan bahwa penunjukan pejabat baru, termasuk Kepala Dinas Perhubungan, telah melalui proses pertimbangan matang selama tiga pekan dengan mengedepankan sistem manajemen talenta. "Kami bertiga berkomunikasi, berdiskusi untuk menentukan nama-nama tadi dan kemudian menggunakan manajemen talenta karena ini kewenangan yang dimiliki oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta," ucap dia. Ilustrasi rekayasa lalu lintas di Jakarta Pramono juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa ke depan tidak ada lagi posisi strategis yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal. "Pelantikan dilakukan pada hari ini, sedangkan nantinya sudah tidak ada pelantikan lagi. Mereka akan menjabat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam surat keputusan," katanya. Ilustrasi rekayasa lalu lintas Dengan kepemimpinan baru di Dinas Perhubungan, publik menaruh harapan besar terhadap peningkatan layanan transportasi di Jakarta. Tantangan seperti kemacetan, integrasi moda transportasi, hingga pengembangan sistem transportasi berbasis teknologi menjadi pekerjaan rumah yang kini berada di pundak Budi Awaluddin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang