Denza, merek kendaraan listrik premium di bawah naungan BYD, resmi memperlihatkan pratinjau jajaran SUV listrik murni terbaru mereka. Langkah ini terungkap melalui dokumen pengajuan regulasi resmi di China. Dikutip dari Carnewschina.com, Selasa (14/7/2026), saat pertama kali diluncurkan, Denza merupakan proyek patungan (joint venture) antara BYD dan Mercedes-Benz. Salah satu produk awalnya adalah Denza X, sebuah SUV 7-penumpang yang kemudian bersolek dan berganti nama menjadi Denza N8 pada 2023. Meski pabrikan Jerman tersebut akhirnya memilih hengkang dari Denza, BYD tetap mempertahankan eksistensi N8. Kini, BYD siap melahirkan generasi terbaru dari SUV tersebut, sekaligus memperkenalkan varian baru dengan dimensi lebih panjang yang dinamakan Denza N8L. Dimensi Lapang Dua Pilihan Sasis Berdasarkan data dari pengajuan regulasi tersebut, baik Denza N8 maupun N8L dibangun di atas jarak sumbu roda (wheelbase) yang sama, yakni 3.075 mm. Namun, keduanya memiliki diferensiasi pada panjang bodi dan konfigurasi kapasitas penumpang. Denza N8 Denza N8L (6-Penumpang), memiliki panjang keseluruhan mencapai 5.200 mm. Denza N8 (5-Penumpang), memiliki panjang bodi 5.150 mm, atau lebih pendek 50 mm dibanding versi N8L. Kendati panjangnya berbeda, kedua varian ini memiliki kesamaan pada sektor lebar dan tinggi kendaraan, yang masing-masing tercatat di angka 1.999 mm dan 1.820 mm. Secara estetika, sektor buritan mobil ini mengadopsi bahasa desain khas SUV plug-in hybrid (PHEV) terbaru dari Denza, dengan lampu belakang bermodel dual-strip light bar. Konsumen juga diberikan keleluasaan personalisasi, mulai dari opsi pelek ukuran 20 atau 21 inci, atap sewarna bodi, kaliper rem kustom, hingga disediakannya side step elektronik yang terintegrasi. Spesifikasi Tiga Motor Listrik Bicara soal dapur pacu, Denza membekali SUV bongsor ini dengan pilihan penggerak listrik yang sangat bertenaga. Pabrikan menyediakan opsi motor tunggal (single motor) dan varian tertinggi dengan tiga motor (tri-motor). Denza N8 Untuk varian single motor, tersedia dua pilihan output daya puncak, yakni sebesar 320 kW atau 370 kW. Sementara untuk kasta tertinggi dengan sistem tri-motor, konfigurasi tenaganya tidak main-main. Denza membenamkan satu motor listrik di gandar depan bertenaga 270 kW, yang dikombinasikan dengan dua motor listrik di belakang yang masing-masing menyalurkan 310 kW. Di atas kertas, kombinasi penggerak tri-motor ini mampu menghasilkan total daya sistem mencapai 890 kW atau setara dengan 1.193 tk (tenaga kuda). Teknologi Blade Battery yang digunakan BYD. Baterai Blade Generasi Kedua Seluruh performa buas tersebut disuplai oleh Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan langsung oleh anak perusahaan BYD, FinDreams. Teknologi baterai teranyar ini diklaim memiliki kemampuan pengisian daya kilat (fast charging) yang lebih andal, serta dirancang tangguh untuk menjaga transfer energi tetap optimal dalam kondisi ekstrem. Pihak pabrikan mengklaim, baterai baru ini mampu memangkas waktu pengisian daya secara signifikan. Tidak hanya itu, daya tahannya juga diuji untuk meminimalkan penurunan jarak tempuh (range) saat mobil dioperasikan pada suhu dingin ekstrem hingga -30 derajat Celsius. Fitur Berkendara Otonom "God Eye 5.0" Beralih ke sektor keselamatan dan teknologi bantuan pengemudi, SUV premium ini sudah mengusung platform mengemudi cerdas bernama God Eye 5.0. Sistem ini disiapkan untuk memandu navigasi kendaraan, baik di jalan tol maupun di area perkotaan yang padat. Sistem God Eye 5.0 bekerja berbasis end-to-end large model yang telah dilatih menggunakan data berkendara di dunia nyata, sehingga komputer mobil mampu mengambil keputusan berpindah jalur secara otomatis secara presisi. Kemampuan otonomnya didukung oleh perangkat keras canggih, termasuk sensor LiDAR yang bertengger di area atap, serta radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar) pada bumper depan untuk memindai kondisi lingkungan sekitar secara real-time.