Investasi asing yang masuk ke sektor transportasi turut berdampak pada perusahaan lokal. Hal ini berdasarkan hasil kajian taksi Green SM yang dilakukan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (Instran). Kehadiran taksi listrik tentunya mendapatkan sejumlah kritikan pedas dari berbagai pihak lantaran seolah ada keberpihakan pemerintah pada investor asing. Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan Kemenhub, Suharto, menyebutkan bahwa ada beberapa alasan mengapa investasi asing di sektor transportasi bisa terbuka di Indonesia. "Saya akan menyampaikan latar belakangnya dan kenapa ini bisa dilakukan di Indonesia serta beberapa reaksi yang pada waktu itu saya terima dengan lapang dada," katanya dalam acara diskusi bersama Instran, Selasa (16/12/2026). Suharto mengatakan, alasan pertama adalah saat ini kondisi transportasi di Indonesia masih banyak yang tidak aman, tidak nyaman, dan tidak ada kepastian. Bahkan tarif kendaraan tersebut juga mahal. Oleh karena itu, kehadiran taksi listrik Green SM dipercaya dapat menambah pilihan transportasi masyarakat di Indonesia. Selain itu, kehadiran taksi listrik ini juga telah ditetapkan oleh pemerintah agar bisa menjadi lapangan kerja baru. "Sebab perusahaan tidak diperkenankan merekrut sopir aktif dari perusahaan taksi yang sudah ada. Memang sebanyak 3,4 persen adalah mantan pengemudi taksi Blue Bird. Tapi mayoritas bukan dari sopir eksisting, sehingga ini bisa menjernihkan polemik yang selama ini ada," katanya. Ilustrasi taksi listrik Green SM Suharto juga menyebutkan bahwa karena taksi Green SM menggunakan mobil listrik, maka investasi awalnya sangat tinggi. Namun, biaya operasional dan perawatannya sangat hemat. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi pendapatan pengemudi. Pendapatan bersih sopir Xanh SM diperkirakan mencapai Rp 192.000 per hari, sementara penghasilan sopir taksi konvensional sekitar Rp 100.000 per hari. Lalu, penghasilan pengemudi taksi daring rata-rata mencapai Rp 69.000 per hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang