Chery melalui merek premiumnya, Exeed, mengumumkan rencana ambisius untuk menjadi pabrikan pertama yang membenamkan baterai solid-state pada mobil produksi massal mulai 2026. Teknologi tersebut akan debut pada model shooting brake bernama Liefeng, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya, bahkan pada suhu ekstrem mencapai minus 30 derajat Celsius. Baterai yang digunakan diperkirakan berasal dari pengembangan internal Chery, yakni Rhino S solid-state battery, dengan kepadatan energi mencapai 600 Wh/kg. Saat ini, pengembangan baterai solid-state global mengarah pada tiga jenis elektrolit utama, yakni polimer, oksida, dan sulfida. Chery memilih fokus pada teknologi berbasis oksida. Selain jarak tempuh yang sangat panjang, keunggulan utama yang diusung adalah kemampuan bekerja optimal di suhu sangat rendah. “Performa di temperatur beku diklaim tetap stabil dan andal hingga minus 30 derajat Celsius,” tulis keterangan resmi perusahaan, dikutip dari Carnewschina, Senin (19/1/2026). Dari sisi performa, Exeed Liefeng juga disiapkan sebagai mobil listrik berorientasi sport. Model ini dikabarkan mengusung arsitektur kelistrikan 800 volt, motor listrik dengan putaran hingga 30.000 rpm, serta akselerasi 0–100 km per jam di bawah 3 detik. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 260 km per jam. Chery Exeed Liefeng Sebelumnya, pada Desember 2025, Chery lebih dulu mengumumkan bahwa Exeed ES8 versi shooting brake akan menjadi model perdana yang menggunakan baterai solid-state, dengan jarak tempuh listrik murni hingga 1.000 km. Dari sisi desain, kedua model disebut memiliki pola lampu depan yang serupa. Chery juga telah menyusun peta jalan penerapan teknologi ini. Pada tahap awal di 2026, mobil bermesin baterai solid-state akan dioperasikan secara terbatas, terutama untuk armada ride-hailing dan kendaraan sewaan guna mengumpulkan data performa di kondisi nyata. Produksi massal dalam skala besar baru ditargetkan berlangsung pada 2027. Sejumlah pengamat industri menilai periode 2026–2027 akan menjadi fase penentuan apakah baterai solid-state benar-benar siap digunakan secara luas di industri otomotif. Meski demikian, keraguan masih membayangi. Dalam ajang World Power Battery Conference 2025 di Sichuan, China, sejumlah pakar dari perusahaan baterai dan otomotif besar menegaskan bahwa teknologi solid-state hingga kini masih menghadapi tantangan besar dan belum sepenuhnya siap untuk dikomersialkan secara masif. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang