[Gambas:Youtube] PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bermitra dengan perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), untuk memproduksi baterai mobil hybrid di Tanah Air. Kerja sama tersebut melahirkan nilai investasi hingga Rp 1,3 triliun!Produksi baterai kendaraan hibrida tersebut akan dikerjakan di pabrik milik CATL di Karawang, Jawa Barat. Bukan hanya melakukan packing atau perakitan, mereka juga akan membuat komponen sel dan modul baterai. Sementara produksi komponen akan dimulai semester kedua tahun ini."Hari ini kami dengan bangga mengumumkan kolaborasi strategic dengan CATL di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto di Pantai Indah Kapuk atau PIK 2, Tangerang, Banten, Senin (20/4)."Melalui kolaborasi ini, kami akan memperdalam lokalisasi baterai kendaraan hybrid dengan pembuatan komponen sel dan modul baterai yang sejauh ini masih impor. Ke depannya akan diproduksi sendiri oleh talenta Indonesia," tambahnya.Nandi mengklaim, TMMIN akan menjadi anak perusahaan Toyota pertama di ASEAN yang akan melakukan ekspor baterai ke pasar global. Hal ini, menurut dia, menjadi pencapaian besar untuk perusahaan."Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan," tuturnya."Bukan hanya meningkatkan kandungan lokal, melainkan juga sebagai fondasi penting dalam membangun fondasi ekosistem penting di Indonesia," tambahnya.Di kesempatan yang sama, Ni Zheng selaku Executive President of Japan Business Group CATL menyambut baik kerja sama strategis tersebut. Dia mengklaim, pabrik perusahaannya di Indonesia juga sudah siap secara operasional."Milestone hari ini hanya permulaan baru. Selanjutnya, CATL dan Toyota akan terus bekerja bersama-sama untuk meningkatkan bisnis kita di Indonesia dan Asia," kata Zheng.Dengan kerja sama tersebut, maka mobil-mobil hybrid Toyota yang dijual di Indonesia akan menggunakan baterai buatan dalam negeri. Meski ada lokalisasi, namun pabrikan belum bisa memastikan, sejauh apa dampaknya ke harga jual kendaraan.