BAIC Indonesia memastikan rencana menghadirkan BJ40 Pro REEV (Range Extender Electric Vehicle) terus berjalan sebagai salah satu dari tiga model baru yang akan diluncurkan tahun depan. CEO BAIC Indonesia, Johnnathan Salim, menyampaikan bahwa proses penyesuaian model setir kanan masih berlangsung dan hingga kini timeline peluncurannya belum berubah. Menurutnya, estimasi paling realistis dari BAIC Global tetap berada di akhir 2026, dengan peluang debut publik pada ajang otomotif seperti Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2026. BAIC BJ40 Pro REEV "Kita masih running untuk waktu estimasinya, tapi kalau ngobrol dengan BAIC Global, kemungkinan akhir 2026, GJAW 2026 mungkin. Kita masih push terus," kata Johnnathan dalam rangkaian BAIC INTL Global Distributor Business Conference 2025 di Guangzhou, China, Jumat (21/11/2025). Meski begitu, BAIC Indonesia tetap mendorong percepatan agar model elektrifikasi tersebut bisa hadir sesuai kebutuhan pasar. Johnnathan juga memastikan BJ40 Pro REEV tidak akan mengganggu pasar BJ40 Plus yang saat ini sudah dipasarkan di Indonesia. Ia menyebut keduanya justru menyasar karakter pengguna yang berbeda, lantaran BJ40 Plus hadir dengan desain klasik, sedangkan BJ40 Pro REEV tampil lebih futuristik. BAIC BJ40 Pro REEV "Kita melihatnya antara klasik dan modern. Kalau BJ40 Plus itu sudah bisa dilihat sendiri, klasik banget, sementara yang Pro lebih futuristik modern AWD. Jadi menurut saya bakal ada masing-masing segmennya," ucap dia. Segmentasinya pun dinilai sudah memiliki ceruk masing-masing, karena penggemar off-road hardcore cenderung tetap memilih BJ40 Plus. Sementara BJ40 Pro REEV diposisikan sebagai opsi modern bagi pengguna yang menginginkan teknologi lebih baru. "Kalau fanatik off-road banget sih bakal larinya ke BJ40 Plus. Jadi kehadiran BJ40 Pro REEV tidak mengganti produk yang sudah ada, melainkan menambah line-up," tegas Johnnathan. BAIC BJ40 Pro REEV Johnnathan menambahkan, BAIC mempertimbangkan untuk mengganti nama BJ40 Pro REEV menjadi BJ41 agar tidak membingungkan pasar. "Kemungkinan nanti saat masuk Indonesia jadi BJ41, biar tidak bingung. Tapi lihat nanti," tutup dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.