Musim MotoGP 2026 memang belum dimulai, namun peta persaingan pebalap untuk tahun-tahun berikutnya mulai menjadi sorotan. Salah satu nama yang paling menentukan arah bursa transfer adalah Marc Marquez, terutama bagi Ducati. Mayoritas pebalap MotoGP diketahui akan mengakhiri kontraknya pada akhir musim 2026. Situasi tersebut semakin menarik karena pada 2027 MotoGP akan memasuki era regulasi baru, yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di kelas utama. Namun, di tengah perubahan besar itu, Ducati tetap menjadi motor paling diminati, dengan Marquez sebagai pebalap utamanya. Terkait hal ini, Marquez mengakui masih membuka berbagai kemungkinan terkait masa depannya. “Saya ingin bertahan di Ducati, tetapi ada banyak hal yang harus dievaluasi,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan es, Minggu (21/12/2025). Pebalap asal Cervera itu juga menegaskan bahwa periode 2027–2028 masih penuh tanda tanya. Menurutnya, prioritas utama tetap soal performa di lintasan. Marc Marquez dan Francesco Bagnaia berkolaborasi “Semuanya masih terbuka. Prioritasnya adalah bisa tampil cepat, dan saya bisa melakukannya bersama Ducati. Namun, saya juga harus memahami banyak hal dan memutuskan apa yang terbaik untuk masa depan saya,” kata Marquez. Ia pun mengungkapkan tengah mengambil waktu sekitar dua pekan untuk memikirkan langkah selanjutnya dalam kariernya. Di sisi lain, Ducati dipastikan tak akan kekurangan kandidat apabila terjadi perubahan komposisi pebalap. Masa depan Francesco Bagnaia juga masih menjadi bahan spekulasi, sehingga membuka peluang bagi nama lain untuk naik ke tim pabrikan. Salah satu pebalap yang disebut paling berpeluang adalah Nicolo Bulega. Nicolo Bulega akan menggantikan Marc Marquez di sisa MotoGP 2025 dan menjadi pebalap tes Ducati mulai musim depan Rider asal Italia itu telah menandatangani kontrak dengan Ducati dan dijadwalkan menjalani tiga hari tes, yang berpotensi bertambah menjadi lima hari. Selain itu, Bulega juga sudah merasakan atmosfer MotoGP lewat keikutsertaannya di GP Portugal dan Valencia. Performa Bulega dalam beberapa musim terakhir dinilai konsisten dan kompetitif. Tak heran apabila targetnya mengarah ke MotoGP bersama Ducati pada 2027. Ia juga disebut bisa memanfaatkan jalur Superbike lewat tim Aruba sebagai batu loncatan menuju kelas premier. Jika rencana tersebut terealisasi, maka langkah Bulega akan menjadi kelanjutan dari strategi Ducati yang sukses membangkitkan kembali karier pebalap muda melalui program pembinaan berjenjang. Meskipun demikian, kepastian Bulega menuju MotoGP masih bergantung pada banyak faktor. Selain keputusan Marquez dan Bagnaia, dinamika di tim-tim satelit juga turut menentukan. Sebagai catatan, Fermín Aldeguer sebelumnya naik ke MotoGP dengan kontrak langsung bersama tim satelit Ducati. Pebalap asal Spanyol itu bahkan sudah menegaskan ambisinya untuk bisa menembus tim pabrikan Ducati pada musim 2027. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang