Pasar kendaraan listrik di Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Mobil listrik tidak lagi diposisikan semata sebagai simbol teknologi masa depan, tetapi mulai dinilai dari seberapa nyaman dan relevan digunakan dalam keseharian. Menjawab perubahan itu, MAXUS menghadirkan MIFA 9, multi-purpose vehicle (MPV) listrik premium yang dirancang untuk menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan rasa percaya diri dalam mobilitas harian. Mengusung baterai berkapasitas 90 kWh serta jarak tempuh hingga ratusan kilometer dalam sekali pengisian, MIFA 9 ditujukan untuk kebutuhan keluarga ataupun profesional yang menginginkan kendaraan listrik tanpa kompromi soal kenyamanan. Product Expert MAXUS Indonesia Malvin Tantowi menjelaskan, filosofi tersebut menjadi benang merah pengembangan MIFA 9. “MIFA 9 mengusung filosofi sebagai kendaraan listrik yang relevan, mudah digunakan, nyaman, dan memberikan rasa percaya diri dalam perjalanan,” ujar Malvin pada sesi konferensi pers di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIEXPO, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Kompas.com berkesempatan mencoba langsung MAXUS MIFA 9 di IIMS 2026, baik dari sisi penumpang maupun dengan mengemudikannya sendiri. Dari pengalaman singkat tersebut, karakter MIFA 9 terasa sejalan dengan pendekatan MAXUS yang menekankan mobil listrik yang membumi dan siap digunakan dalam kehidupan nyata. Berikut adalah ulasan lengkapnya. Kesan pertama saat memasuki kabin Begitu pintu dibuka, kesan mewah langsung terasa dari interior MIFA 9. Kabin didominasi warna hitam dan abu-abu dengan balutan jok kulit bermotif wajik yang terlihat rapi dan elegan. Pada bagian headrest, terdapat bordiran bertuliskan MIFA 9 yang mempertegas kesan premium. Bantalan jok di seluruh baris kursi terasa empuk dengan densitas yang pas. Meski tidak terlalu empuk, tetapi jok cukup menopang tubuh dengan nyaman. Kesan ini terasa konsisten, baik di kursi pengemudi, baris kedua, maupun baris ketiga. Sebagai mobil listrik, MIFA 9 langsung aktif tanpa suara mesin saat kunci dibuka. Panel instrumen digital dan layar tengah berukuran 12,3 inci langsung menyala, menampilkan berbagai informasi berkendara dan sistem hiburan yang mudah dipahami. Hampir seluruh pengaturan dilakukan melalui layar sentuh tersebut, tetapi pengoperasiannya terasa intuitif dan tidak membingungkan. Tata kabin yang lapang dan fungsional Bergeser ke bagian jok, kursi depan dan kursi baris kedua sudah dilengkapi pengaturan elektrik. Tidak hanya maju-mundur, posisi duduk juga bisa disesuaikan dari sisi ketinggian jok hingga sudut sandaran sehingga memudahkan pengemudi maupun penumpang menemukan posisi duduk yang ideal. Salah satu detail yang cukup mencuri perhatian adalah posisi tuas transmisi yang ditempatkan di balik setir sebelah kanan. Berbeda dari kebanyakan mobil yang meletakkan shift gear di konsol tengah, penempatan tersebut membuat area tengah kabin terasa lebih lapang dan bersih. Sementara itu, tuas kiri tetap digunakan untuk pengaturan sein, lampu, dan fungsi berkendara lain. Tampilan kabin bagian depan, dasbor, serta head unit MAXUS MIFA 9. Pada bagian depan, tersedia ruang penyimpanan yang cukup luas, termasuk kompartemen di konsol tengah dan wireless charger untuk ponsel. Untuk memberikan kesan kabin yang lebih lega, MAXUS juga menyematkan Double Big Sunroof yang membentang hingga baris ketiga. Kabin MIFA 9 juga terasa cukup senyap. Selain minim suara mesin, suara dari luar kabin juga cukup tersaring. Saat mobil mulai bergerak, Kompas.com menyadari bahwa suara dari luar cukup tersaring sehingga ruang kabin terasa senyap tanpa menjadi terlalu kedap untuk memberikan rasa aman dan kesadaran terhadap kondisi sekitar. Di sisi hiburan, layanan audio MIFA 9 terasa mendukung suasana tersebut. Output suaranya terdengar jernih dan “berisi”, cocok untuk menemani perjalanan santai maupun saat ingin menikmati musik dengan volume sedang. Apalagi, MAXUS menyematkan sistem audio JBL Premium Sound yang membuat pengalaman mendengarkan musik di dalam kabin terasa lebih menyenangkan. Pengalaman duduk di captain seat yang jadi sorotan Pengalaman yang cukup menonjol justru terasa saat duduk di baris kedua. MAXUS MIFA 9 mengusung konfigurasi captain seat yang dirancang sebagai titik kenyamanan utama bagi penumpang. Setiap kursi baris kedua dilengkapi layar sentuh pada armrest yang memungkinkan penumpang mengendalikan berbagai fitur mobil tanpa perlu beranjak dari tempat duduk. Setiap kursi baris kedua MAXUS MIFA 9 dilengkapi dengan layar sentuh pada armrest yang memungkinkan penumpang mengendalikan berbagai fitur mobil tanpa perlu beranjak dari tempat duduk. Melalui layar tersebut, penumpang dapat mengatur posisi kursi, leg rest, foot rest, pengaturan pendingin udara, hingga menggeser posisi kursi ke kanan atau kiri sesuai kenyamanan. Kursi captain seat itu juga dilengkapi dua pengaturan headrest serta empat pengaturan sandaran punggung lengkap dengan lumbar support. Untuk menambah kenyamanan, MAXUS turut menyematkan fitur pemanas, ventilasi udara, serta delapan mode pijat. Leg rest dan foot rest juga dapat diatur jaraknya untuk memberikan posisi duduk yang lebih relaks. MAXUS mengatakan bahwa kursi baris kedua MIFA 9 didesain eksklusif dengan pendekatan layaknya kabin pesawat kelas satu bagi penumpang kelas bisnis. Hal itu diperkuat dengan kehadiran meja lipat, koneksi listrik 220 volt, serta porta USB pada setiap kursi baris kedua sehingga penumpang bisa tetap produktif selama perjalanan. Dari kursi penumpang ke balik kemudi Berpindah ke balik kemudi, kesan nyaman dan tenang tetap terasa. Meski memiliki dimensi besar dengan panjang lebih dari 5,2 meter dan jarak sumbu roda sekitar 3,2 meter, MIFA 9 tidak terasa sulit dikendarai. Pengalaman Kompas.com, setir kendaraan listrik (EV) itu terasa ringan dan responsif. Saat dikendarai, mobil ini tidak memberikan kesan “membawa kendaraan besar”. Manuver di area test drive pameran yang tidak begitu luas pun terasa cukup mudah dan menyenangkan. Saat mulai melaju, respons pedal gas terasa progresif. Tenaga tidak langsung dilepaskan secara instan sehingga sensasi berkendaranya terasa mendekati mobil konvensional. Karakter itu membuat MIFA 9 terasa ramah dan tidak mengejutkan bagi pengemudi yang baru pertama kali beralih ke mobil listrik. MIFA 9 juga dibekali beberapa intelligent driving modes, seperti Normal, Power, dan Eco yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi jalan serta gaya berkendara. Karakter berkendara yang halus dan senyap tersebut sejalan dengan positioning MIFA 9 sebagai MPV eksekutif. “MIFA 9 merupakan full-size executive MPV yang berfokus pada kenyamanan dan ketenangan di tengah mobilitas yang sangat padat,” kata Malvin. Untuk mendukung keselamatan, MIFA 9 dibekali sistem bantuan berkendara atau ADAS yang mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Monitoring, hingga sistem pengereman otomatis untuk membantu menghindari potensi kecelakaan. Performa dan daya jelajah Dari sisi performa, MAXUS MIFA 9 mengandalkan motor listrik dengan tenaga maksimal hingga 241 hp dan torsi puncak 350 Nm. Baterai berkapasitas 90 kWh yang digunakannya memungkinkan jarak tempuh 520 km dengan standar New European Driving Cycle (NEDC). Untuk pengisian daya, MIFA 9 mendukung DC fast charging yang memungkinkan pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, tergantung fasilitas pengisian yang digunakan. Pengalaman singkat mencoba MAXUS MIFA 9 di IIMS 2026 memang belum cukup untuk menilai seluruh kemampuannya secara menyeluruh. Namun, dari pendekatan yang ditawarkan, mulai dari kenyamanan kabin, kemewahan captain seat, hingga karakter berkendara yang halus, MIFA 9 memberikan gambaran tentang MPV listrik premium yang dirancang untuk kenyamanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang