Di tengah upaya mencari alternatif bahan bakar, muncul klaim baru dari pengembang Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (Bobibos). Produk ini disebut berbeda dari bahan bakar nabati yang sudah lebih dulu dikenal, seperti E5 atau E10. Founder Bobibos, Iklas Thamrin, mengatakan bahan bakar yang dikembangkan tidak mengandung campuran bensin fosil. Ia menyebut Bobibos diklaim berbasis 100 persen minyak nabati. “Karena tidak ada campuran dengan gasoline seperti E5 atau E10, maka kami dorong untuk dikategorikan sebagai hidrokarbon sintetis, bukan etanol,” ujar Iklas kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026). Menurut dia, perbedaan ini menjadi poin penting dalam pembahasan dengan pemerintah. Dalam audiensi bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM, disepakati akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas aspek teknis, termasuk penyamaan persepsi terkait klasifikasi bahan bakar tersebut. Langkah ini dinilai krusial karena akan menentukan standar pengujian hingga regulasi yang akan digunakan. Proses tersebut juga melibatkan pihak teknis, termasuk Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas serta LEMIGAS. Bobibos dipaparkan ke Ditjen Migas ESDM dan segera diuji jalan. Pemerintah tekankan semua inovasi wajib lolos uji teknis. Dari sisi pengujian, Bobibos menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan pemerintah. Uji fungsi akan dilakukan pada kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, untuk melihat performa bahan bakar dalam kondisi nyata. Direktur PT Inti Sinergi Formula, Randy F. Firdaus, mengatakan parameter pengujian akan ditentukan oleh tim teknis yang dibentuk bersama Kementerian ESDM. Namun, secara umum, pengujian tidak akan jauh berbeda dari skema yang digunakan pada program bahan bakar nabati sebelumnya. “Yang diukur biasanya konsumsi bahan bakar, emisi, dan performa mesin. Pengujiannya juga dilakukan di berbagai kondisi jalan,” kata Randy. Ia menambahkan, pihaknya terbuka mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal perizinan jika nantinya produk dinyatakan layak. Menurut dia, pengujian menjadi tahap penting untuk membuktikan klaim sekaligus memastikan keamanan penggunaan di masyarakat. Ke depan, hasil dari proses teknis ini akan menjadi dasar untuk menentukan apakah Bobibos dapat diposisikan sebagai alternatif bahan bakar baru di Indonesia, di luar skema campuran seperti yang selama ini diterapkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang