Skema lock price atau kunci harga sempat menjadi strategi yang ditawarkan diler untuk menjaga minat konsumen terhadap Jaecoo J5 EV di tengah ketidakpastian insentif kendaraan listrik. Usai peluncuran di awal, calon konsumen diminta membayar biaya lock price sebesar Rp 8 juta. Skema ini ditujukan untuk mengunci harga kendaraan, di tengah ketidakpastian insentif mobil listrik, khususnya bagi pemesanan pada 2025 dengan pengiriman unit di 2026. Direktur Utama Trimegah Group, Lindawati Tandyo, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena adanya potensi perubahan pajak, terutama Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mobil listrik. “Karena katanya PPN tidak disubsidikan, dan (pesan unit) 2025 kan dapetnya 2026 itu. Jadi diminta lock price, lock price tuh kalau PPN-nya sampai naik tidak disubsidikan, itu perkiraan naiknya Rp 30 jutaan,” ujar Lindawati, saat di temui di Wuhu, China, beberapa waktu lalu. Artinya, tanpa skema penguncian harga, konsumen berpotensi menanggung kenaikan harga hingga sekitar Rp 30 juta. Hal ini berkaitan dengan perubahan skema insentif, di mana sebelumnya sebagian PPN ditanggung pemerintah. Jaecoo J5 EV Dengan adanya lock price Rp 8 juta, harga kendaraan dijamin tidak berubah meski ada penyesuaian pajak. Skema ini awalnya berlaku untuk pemesanan 2025 dengan pengiriman 2026. “Kalau dihilangkan naik sekitar Rp 30 juta, jadi CSI (Chery Sales Indonesia) kasih lock price Rp 8 juta,” kata dia. Seiring berjalannya waktu, kepastian mulai terlihat. Pada Maret, skema lock price kembali muncul dengan nilai Rp 10 juta. Namun, pada April skema tersebut dihapus dan harga kendaraan langsung diumumkan. “Akhirnya setelah itu, Maret ada lock price Rp 10 juta. Lalu April dihilangkan, langsung Rp 309,9 juta (harga mobilnya). Karena kan sudah tahu PPN-nya tidak ada disubsidi, udah ketahuan gitu,” kata dia. Dengan kondisi tersebut, konsumen yang tidak mengikuti skema lock price sejak awal berpotensi menghadapi kenaikan harga yang signifikan. Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana perubahan kebijakan pajak dapat berdampak langsung pada harga kendaraan listrik di pasar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang