Pemerintah Australia resmi mewajibkan mobil listrik, hybrid, dan kendaraan hidrogen yang baru dijual di pasar domestik mengeluarkan suara peringatan saat melaju di kecepatan rendah. Mengutip media lokal Drive, kebijakan ini bertujuan meningkatkan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi penyandang disabilitas netra, agar lebih waspada terhadap keberadaan kendaraan yang nyaris tanpa suara. Aturan tersebut mengharuskan setiap kendaraan dilengkapi Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS), yakni sistem yang menghasilkan suara buatan ketika mobil bergerak hingga kecepatan 20 km per jam. Suara dimaksud akan terdengar saat kendaraan melintas di area yang rawan interaksi dengan pejalan kaki, seperti tempat parkir, persimpangan, hingga jalan masuk perumahan. Kebijakan ini diumumkan pada 2024 dan mulai berlaku 1 November 2025 untuk semua mobil, truk, dan bus baru yang bisa bergerak maju atau mundur tanpa menyalakan mesin pembakaran internal. Sementara itu, seluruh model baru yang dipasarkan di Australia wajib mematuhi aturan ini paling lambat 1 November 2026. Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang telah lebih dulu dijual atau sudah beroperasi di jalan. Beberapa model yang izin penjualannya disetujui sebelum November 2025 juga mungkin belum dilengkapi sistem AVAS. Ilustrasi mobil listrik Mobil listrik dan hybrid dikenal memiliki tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin bensin atau diesel. Hal ini membuatnya lebih sulit didengar oleh pejalan kaki maupun pesepeda, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan di area padat aktivitas. Menurut riset Vision Australia, sekitar 35 persen penyandang tunanetra atau gangguan penglihatan mengaku pernah nyaris tertabrak atau bahkan tertabrak kendaraan yang bergerak tanpa suara. Pemerintah Australia memperkirakan penerapan sistem AVAS dapat mencegah 68 kematian, 2.675 cedera serius, dan 2.962 cedera ringan hingga tahun 2060. Selain itu, kebijakan ini juga diproyeksikan menghemat biaya sosial hingga 208 juta dolar Australia. “Rancangan kebijakan ini mendapat dukungan kuat dari pemerintah negara bagian dan teritori, komunitas tunanetra, serta produsen kendaraan,” ujar Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Daerah, Komunikasi, Olahraga, dan Seni Australia dalam keterangan resminya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.