Pemerintah Kota Depok segera memulai proyek pelebaran Simpang Parung Bingung dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya untuk meningkatkan kapasitas jalan serta mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Sawangan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menargetkan pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan pekan depan. Proyek ini mencakup pembangunan jalan baru dan dua jembatan yang melintasi Kali Angsana serta Kali Pesanggrahan. Selain Simpang Parung Bingung, pelebaran juga dilakukan di Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya. Jalan Raya Muchtar, Depok, tepatnya depan Superindo kerap menjadi tempat pengendara motor putar balik dan lawan arah sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. "Kami rencanakan pekan depan terlaksana pelebaran Simpang Parung Bingung dan sekitarnya,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok (8/10/2026). “Sebagai tahapan persiapan, DPUPR Kota Depok telah menyelesaikan survei lapangan bersama pemilik utilitas guna memastikan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan meminimalkan potensi kendala di lapangan," kata dia. Dimulai Pekan Depan Pada tahap pengerjaan tahun ini, Pemkot Depok akan memfokuskan pekerjaan di sisi timur Jalan Raya Muchtar, mulai dari kawasan Simpang Parung Bingung sepanjang kurang lebih 424 meter. Pekerjaan dilakukan dengan membangun jalur baru di atas lahan yang telah dibebaskan. Selain itu, pemerintah akan menduplikasi jembatan yang sudah ada untuk meningkatkan kapasitas jalan. Ilustrasi proyek pelebaran Jalan Enggram-Jalan Pemuda sebagai alternatif di Sawangan, Depok. Proyek ini diharapkan dapat memperbaiki konektivitas antarruas jalan di kawasan Sawangan, yang menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat Depok dan sekitarnya. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemkot Depok telah melakukan pembebasan lahan pada empat segmen. Luas lahan yang dibebaskan meliputi 2.145 meter persegi pada segmen pertama, 5.307 meter persegi pada segmen kedua, 2.401 meter persegi pada segmen ketiga, dan 184 meter persegi pada segmen keempat. Ilustrasi kawasan Tugu Batu di Sawangan, Depok. Ketersediaan lahan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan jalur baru dan pelebaran jalan di sekitar simpang. Jalur Eksisting Tetap Dibuka Bagi pengendara yang melintas di kawasan Sawangan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dampak pekerjaan terhadap kelancaran lalu lintas. Yodi mengatakan, proyek pelebaran kali ini berfokus pada pembangunan jalur baru. Dengan skema tersebut, jalur utama yang saat ini digunakan masyarakat tetap dapat dilalui selama konstruksi berlangsung. Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Sawangan, Depok, pada Sabtu (14/6/2025) siang. Pantauan Kompas.com, antrean kendaraan mulai mengular sejak keluar dari gerbang exit Tol Sawangan. "Pelebaran simpang ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas pada kawasan Simpang Parung Bingung dan sekitarnya," ujar Yodi. Dengan tetap dibukanya jalur eksisting, aktivitas lalu lintas masyarakat diharapkan tidak mengalami gangguan berarti selama pengerjaan proyek. Meski demikian, pengendara yang melintas di sekitar Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Muchtar, Jalan Raya Sawangan, dan Jalan Meruyung Raya tetap perlu memperhatikan kondisi di lapangan selama konstruksi berlangsung.