Mobil terbang rancangan anak perusahaan Geely, Aerofugia AE200 Industri otomotif global terus bergerak menuju era baru, dan salah satu langkah paling menarik datang dari grup Geely. Anak perusahaan raksasa otomotif asal Tiongkok itu diketahui telah mendaftarkan desain sebuah pesawat terbang berkonsep mobil terbang di Indonesia. Meski statusnya masih berupa pendaftaran desain, namun kehadiran dokumen desain ini menunjukkan keseriusan Geely dalam mempersiapkan masa depan mobilitas udara.Produk yang didaftarkan ini berasal dari Sichuan Aerofugia Technology Development Co., Ltd., perusahaan teknologi penerbangan yang berada di bawah naungan Geely. Aerofugia memang dikenal sebagai bagian dari strategi jangka panjang Geely untuk membangun ekosistem transportasi cerdas, mulai dari kendaraan listrik hingga urban air mobility (UAM). Perusahaan ini sebelumnya juga terlibat dalam pengembangan eVTOL—pesawat lepas-landas dan mendarat vertikal—yang diproyeksikan menjadi moda transportasi perkotaan pada dekade mendatang.Dilihat VIVA Otomotif dari dokumen desain yang tersedia di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, Selasa 18 November 2025, mobil terbang ini mengusung konfigurasi sayap ganda dengan enam rotor besar di bagian depan dan belakang. Tata letak tersebut mengindikasikan bahwa kendaraan ini kemungkinan menggunakan sistem eVTOL tilt-rotor, di mana baling-baling dapat berubah orientasi untuk memungkinkan lepas landas vertikal dan kemudian terbang secara horizontal layaknya pesawat konvensional. Desain seperti ini biasanya menawarkan stabilitas tinggi, efisiensi lebih baik, serta kemampuan manuver yang cocok untuk area padat penduduk. Dari tampak samping dan perspektif lainnya, bodinya terlihat kompak dengan proporsi mirip kabin mobil kecil. Hal ini menandakan bahwa Aerofugia ingin menghadirkan kendaraan udara yang tetap nyaman, ergonomis, dan familier bagi pengguna yang terbiasa naik mobil reguler.Pada bagian belakang juga terlihat ekor berbentuk huruf T, konfigurasi yang lazim digunakan pada pesawat ringan untuk meningkatkan kontrol aerodinamis.Geely sendiri bukan pemain baru di dunia mobil terbang. Pada 2017 mereka mengakuisisi Terrafugia, pionir mobil terbang asal Amerika Serikat yang melahirkan prototipe Transition dan TF-2. Pengalaman ini memberi mereka fondasi teknologi yang kuat untuk mengembangkan generasi mobil terbang berikutnya.