Geely EX2 menjadi mobil listrik perkotaan dengan harga jual yang menarik. Varian paling murah, EX2 Pro dibanderol Rp 255 juta, lalu yang EX2 Max, harganya Rp 285 juta. Lalu Geely juga mengeluarkan harga khusus untuk 2.000 pemesan pertama sampai 15 Februari 2026. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Varian termurah jadi Rp 229,9 juta, lalu EX2 Max jadi Rp 259,9 juta, lebih murah Rp 25 jutaan. Setelah beberapa pekan resmi meluncur, saya dapat kesempatan untuk mengendarai EX2 Max dari Jakarta ke Cibodas, Bogor. Bagaimana impresi mobil perkotaan tapi dibawa keluar kota, bahkan lewati banyak tanjakan ke daerah Puncak? Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Impresi berkendara di perkotaan Untuk di perkotaan, saya rasa EX2 Max merupakan mobil yang kedap kabinnya. Suara dari luar tidak terlalu bocor masuk ke kabin sehingga mengganggu perjalanan. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Duduk di bangku penumpang depan, saya suka dengan kabinnya yang lega. Leg room terbilang lega, bahkan dengan tinggi saya yang 178 cm, kaki bisa selonjoran dengan cukup nyaman. Buat manuver di dalam kota, EX2 Max punya radius putar yang relatif kecil, cuma 4,95 meter. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Artinya untuk dipakai putar balik atau meliuk-liuk di jalanan sempit, saya rasa sangat aman dan mudah. Performa suspensi dan mode berkendara Bantingan suspensinya juga saya rasa empuk untuk kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Lewati lubang di jalan masih mumpuni, tidak yang sampai membuat mobil oleng, bisa jadi berkat ukuran peleknya yang 16 inci, cukup besar di kelasnya. Saat masuk ke tol, EX2 Max dengan tenaga 114 TK dan torsi 150 Nm bisa menyalurkannya dengan baik ke roda belakang. Terdapat tiga mode berkendara, Eco, Comfort, dan Sport, ketiganya memberikan sensasi berbeda saat menekan gas. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Eco saya rasa cuma cocok di perkotaan dan kondisi macet, pedal gas harus diinjak lebih dalam kalau mau melaju. Comfort sebenarnya paling aman, respons gas tidak seagresif Sport, tapi masih enak dipakai untuk mendahului kendaraan lain. Mode Sport bisa dikatakan paling agresif dari segi respons gas. Tekan sedikit saja, tenaga dan torsi langsung terasa, dorongannya cukup instan untuk kecepatan di bawah 100 kpj. Cuma yang saya sayangkan, untuk akses mode berkendara masih ada di layar, bukan pakai tombol fisik. Jadi kalau mau ganti saat mengemudi, harus mengalihkan pandangan sebentar ke layar di tengah. Fitur ADAS Secara fitur, EX2 Max dilengkapi dengan ADAS atau asisten mengemudi. Paling pas memang pakai mode adaptive cruise control saat di tol, tinggal atur kecepatan dan jarak dengan mobil di depan, EX2 Max jadi bisa mengikuti dengan baik. Sayang fitur ADAS di EX2 Max tidak dilengkapi dengan lane keep assist yang bisa mengoreksi setir saat mobil keluar lajur. Tapi tetap ada warning atau peringatan ketika EX2 melewati lajur tanpa menyalakan sein. Buat bantingan suspensi di tol, saya rasa terlalu empuk. Kalau duduk di belakang, lewat sambungan jalan, EX2 terlalu memantul, sehingga kurang nyaman. Tapi namanya mobil perkotaan dan harga Rp 200 jutaan, saya rasa tidak bisa berharap banyak dengan bantingan suspensi di tempat yang bukan habitatnya (tol/antar kota). Tanjakan Puncak Memasuki area Puncak, EX2 Max langsung bertemu tanjakan Gadog yang panjang. Pakai mode Comfort sebenarnya sudah cukup, tapi pedal gas harus injak agak dalam kalau mau lebih kencang lagi. Kalau pindah ke mode Sport, pedal gas responsif dan mampu melahap tanjakan dengan mudah. Selain itu saat turunan, bisa memanfaatkan regenerative braking dengan tiga mode, low, mid, dan high. Ketika saya coba lewat turunan panjang dan pakai regenerative braking mode high, jarak tempuh yang semula sisa 250 Km, naik jadi 256 Km. Jadi ada tambahan energi saat menggunakan fitur tersebut. Cuma saat dipakai, butuh adaptasi karena di mode high, saya rasa cukup kuat energinya sehingga cukup bikin mual. Jadi kalau belum biasa, bisa di mode low atau mid, supaya rasa berkendara lebih nyaman. Secara umum, saya rasa EX2 Max menjadi mobil perkotaan yang mumpuni. Tapi kalau sesekali diajak jalan keluar kota pun bisa dilalui tanpa masalah, cuma harus siapkan juga baterainya, cari tempat pengecasan di jalur yang akan dilewati. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang