BYD, pabrikan mobil asal Tiongkok memiliki beberapa sub merek, seperti Denza, Yangwang, dan Fang Cheng Bao. Untuk pasar Indonesia, baru ada dua, yakni BYD dan Denza. Sementara Yangwang baru mejeng mobilnya saja di pameran, yakni U9, supercar yang bisa lompat dan kecepatan puncak lebih dari 400 Kpj. Kalau Fang Cheng Bao, sudah masuk pasar Australia di bawah merek Denza. Lalu apa kedua sub merek dari BYD tersebut akan masuk Indonesia?   Denza B8 di Australia Luther T Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Indonesia mengatakan, sementara ini belum bisa dikabarkan apakah Yangwang dan Fang Cheng Bao akan dibawa masuk ke Indonesia. "Sementara ini kami belum sampai level brand positioning Yangwang. Karena itu subsidiary company yang sifatnya ultra luxury. Tapi kami juga tidak mengatakan itu tidak mungkin, kita harus studi lebih dalam," kata Luther di Bogor, Kamis (11/12/2025). Studi yang dimaksud dari volume dan penerimaan masyarakat Indonesia. Mengingat modelnya yang ultra luxury, tentu harga jual bisa lebih mahal dari semua mobil BYD dan Denza yang dijual di Indonesia. "Kalau Fang Cheng Bao itu malah lebih memungkinkan untuk dibawa ke Indonesia. Bisa saja dikategorikan adengan salah satu subdiary kami yang ada saat ini," kata Luther. Fang Cheng Bao di pasar Australia dijual dengan merek Denza. Ada dua model yang ditawarkan, B5 dan B8, SUV dengan kemampuan off-road dan memakai teknologi hybrid. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang