Valentino Rossi menilai MotoGP 2026 akan menjadi musim transisi, seiring desain mesin yang sudah dibekukan untuk sebagian besar pabrikan dan fokus pengembangan yang mulai diarahkan ke regulasi baru mesin 850 cc pada 2027. Meski begitu, Rossi menegaskan setiap musim tetap memiliki cerita tersendiri. Legenda MotoGP berjuluk The Doctor itu berharap dua mantan juara dunia, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin, bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya. Keduanya sama-sama menjalani musim 2025 yang berat, meski dengan latar belakang berbeda. Bagnaia kesulitan beradaptasi dengan motor Ducati GP25 terbaru. Ia juga kalah bersaing dengan Marc Marquez dan Alex Marquez, serta harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi dari Aprilia dan Pedro Acosta dari KTM dalam klasemen akhir kejuaraan dunia. Sementara itu, Jorge Martin harus melalui musim debut yang penuh cedera bersama Aprilia. Sepanjang 2025, ia hanya mampu tampil dalam delapan seri. “Dari sisi teknis, tidak banyak yang berubah. Ini adalah musim transisi, semua pabrikan sudah melihat ke 2027 dan sudah mulai mengerjakan motor baru,” ujar Rossi, dikutip dari Crash, Jumat (16/1/2026). “Motor-motornya sangat mirip dengan tahun lalu, tapi setiap musim punya ceritanya sendiri. Tahun lalu ada beberapa pembalap yang tampil di bawah potensi mereka, terutama Pecco, tapi juga Martin. Kami berharap mereka semua bisa kembali ke level terbaiknya dan Franco serta Diggia juga bisa melangkah maju dan tampil lebih kuat. Setelah itu, baru kita lihat bagaimana perkembangannya,” lanjutnya. Livery Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk MotoGP 2026 Di sisi lain, tim VR46 milik Rossi juga tengah membidik peningkatan performa. Duo Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio, berupaya tampil lebih konsisten demi mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung selama dua musim. “Tingkat persaingan sekarang sangat tinggi. Di MotoGP, semua pebalap kuat dan semua motor juga kompetitif. Masalahnya, di satu sirkuit motor bisa sangat bagus dan mampu bertarung di podium. Tapi pekan berikutnya, dengan kondisi yang terlihat sama, tiba-tiba semuanya tidak berjalan dan kami harus berusaha keras menyelamatkan akhir pekan balapan," ucap Rossi. “Karena jaraknya sangat rapat, hanya butuh sedikit saja untuk berubah dari bersaing di depan menjadi finis di posisi 10. Itu yang jadi kunci. Kami juga harus terus berkembang sebagai tim dan datang ke setiap sirkuit dengan kesiapan penuh untuk tampil cepat,” lanjutnya. Sebagai catatan, Di Giannantonio dan Morbidelli finis tepat di belakang Bagnaia, masing-masing di posisi keenam dan ketujuh klasemen akhir MotoGP 2025. Adapun tes pramusim MotoGP 2026 dijadwalkan dimulai di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 3 Februari mendatang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang