Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis RON 92 memaksa para pemilik sepeda motor untuk memutar otak. Selain membatasi mobilitas, melakukan efisiensi pada kendaraan menjadi jalan ninja yang paling realistis saat ini. Untuk menekan pengeluaran bensin, pengendara tidak bisa hanya mengandalkan kondisi motor yang sehat. Gaya berkendara justru memegang rapor tertinggi dalam menentukan efisiensi bahan bakar. Test ride Suzuki Burgman Street 125EX Range Econo Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan, kunci utama dari efisiensi bahan bakar terletak pada bagaimana pengendara memperlakukan selongsong gas. Pengendara harus mulai membiasakan diri berkendara di dalam putaran mesin yang ideal atau range econo. "Jangan sering-sering melakukan akselerasi, termasuk nge-gas mendadak yang berefek mesin malah 'ngeden'. Tetaplah pertahankan rentang RPM pada torsi optimum," ujar Victor kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026). Sederhananya, pengendara dituntut untuk pandai mengantisipasi situasi dan kondisi jalan di depannya. Dengan membaca pergerakan lalu lintas lebih awal, kecepatan motor bisa dijaga tetap stabil tanpa harus melakukan akselerasi dan pengereman mendadak yang tidak perlu. Selain itu, kebiasaan membiarkan mesin menyala saat berhenti (idle) juga menyumbang keborosan yang signifikan. "Membiasakan mengurangi idle yang tidak perlu juga penting, seperti mematikan mesin ketika berhenti atau sedang menunggu dalam waktu 30 detik (atau lebih)," kata Victor. Jika metode ini konsisten diterapkan, dampaknya langsung terasa pada kantong pemilik motor. "Hal-hal seperti di atas secara tidak sadar akan dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Prediksi saya bisa meningkatkan efisiensi atau penghematan di kisaran 15-25 persen. Lumayan kan ketika misalnya harga BBM RON 92 naik sebesar 32,11 persen?" ucapnya. Mengidealkan Sektor Teknis Sepeda Motor Setelah mengevaluasi cara berkendara, langkah berikutnya yang tidak kalah krusial adalah melakukan perbaikan pada sistem teknis sepeda motor. Tujuannya agar kerja mesin tetap optimal dan tidak membutuhkan energi berlebih untuk menggerakkan roda. Sektor pertama yang perlu dibenahi adalah beban. Pengendara harus sadar untuk mengidealkan beban bawaan di atas motor dan memastikan tekanan angin ban selalu berada di angka rekomendasi pabrikan. Selanjutnya, kesehatan mesin juga wajib dijaga dalam kondisi prima. Hal ini mencakup penggunaan oli yang sesuai standar dan menjaga kualitasnya, rutin membersihkan atau mengganti filter udara, hingga memastikan sistem pengapian bekerja optimal. "Ini semua sangat erat kaitannya dengan perawatan sepeda motor yang teratur, dan tentunya saya sangat menyarankan diserahkan ke bengkel resmi," tutur Victor. Melalui kombinasi antara gaya berkendara yang halus di rentang torsi optimum serta perawatan motor yang terjadwal, konsumsi BBM harian dipastikan bisa ditekan secara maksimal tanpa mengurangi performa motor kesayangan.