JAKARTA, KOMPAS.com - Marc Marquez memang fenomenal di MotoGP 2025. Ia akhirnya bisa kembali meraih juara dunia setelah selisih enam tahun sejak cedera yang dialaminya pada 2020. Meski tampil dominan bersama Ducati, Marc sempat berada di titik terendahnya selama balapan. Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 Hal tersebut ia rasakan pada MotoGP 2023, musim terakhirnya bersama Honda sebelum pindah ke Gresini Ducati. Dalam dokumenter DAZN soal gelar dunia 2025 yang dikutip dari Crash, kepala kru mekanik Marc di Honda, Santi Hernandez, menilai performa Marquez merosot bukan semata karena cedera, tetapi juga keraguan diri akibat hasil yang tak kunjung datang. “Pada 2023, setelah operasi dan pemulihan, hasilnya tidak ada (tidak kompetitif). Dulu ia masih bilang ‘ini karena lengan saya’, tetapi kemudian mulai bertanya-tanya apakah masalahnya ada pada dirinya,” ujar Hernandez. Ia menyebut momen paling berat terjadi di Sachsenring, Jerman, sirkuit favorit Marc, ketika sang pebalap terjatuh lima kali dan gagal memulai balapan. “Kamu jatuh terus jatuh, lalu berpikir, ‘mungkin ini akhirnya, mungkin karier saya sudah selesai’,” kata Hernandez. Marquez dan Hernandez sebelumnya meraih enam gelar dunia bersama Honda dalam tujuh musim pada 2013–2019, sebelum cedera lengan serius pada 2020 memicu rangkaian empat operasi besar. Meski hengkang lebih cepat dari Honda untuk bergabung dengan Gresini Ducati pada 2024, Marquez tetap menjaga hubungan baik, bahkan merayakan gelar 2025 di Jepang bersama Joan Mir dan kru lamanya di parc ferme. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang