Radiator coolant berperan menjaga suhu kerja mesin tetap ideal. Kualitas cairan pendingin turut memengaruhi kemampuan mesin melepas panas sehingga performanya tetap terjaga. President Director PT Autochem Industry (AI), Henry Sada, mengatakan pengalaman di dunia balap menjadi salah satu acuan perusahaan dalam mengembangkan radiator coolant. “PT Autochem Industry (AI) telah membangun brand MASTER Radiator Coolant sejak tahun 1998. Radiator coolant ini berhasil menjadi market leader dengan kekuatan utama pada harga yang terjangkau oleh semua kalangan,” kata Henry dalam keterangan resminya. Henry juga mengatakan, keterlibatan MASTER di ajang balap touring nasional bertujuan menunjukkan kinerja produknya di lintasan balap yang memiliki karakter dinamis. Menurut dia, pengalaman dari ajang tersebut juga menjadi masukan dalam pengembangan produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna di wilayah beriklim tropis. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih radiator coolant. Master radiator coolant sangat cocok untuk mesin modern berkat formula yang sesuai iklim tropis. 1. Pilih coolant dengan kemampuan transfer panas yang baik Daya tahan mesin sangat dipengaruhi kemampuan radiator coolant dalam melepaskan panas. Hal ini semakin penting ketika mesin bekerja pada putaran tinggi atau digunakan di kondisi ekstrem. Jika titik didih cairan pendingin terlampaui, mesin berisiko mengalami overheat yang dapat berujung pada kerusakan. 2. Sesuaikan dengan kondisi penggunaan harian Mobil yang lebih sering digunakan di lalu lintas padat atau kondisi stop and go membutuhkan sistem pendingin yang bekerja lebih keras. Saat kendaraan berhenti, tidak ada aliran udara dari depan yang membantu mendinginkan radiator sehingga proses pelepasan panas sepenuhnya bergantung pada radiator coolant. Apabila pendinginan tidak optimal, suhu mesin dapat meningkat, berdampak pada konsumsi bahan bakar, performa kendaraan, hingga mempercepat kerusakan mesin. 3. Perhatikan kandungan glycol Coolant dengan komposisi glycol yang tepat mampu meningkatkan titik didih sehingga tidak mudah menguap saat suhu mesin tinggi. Selain itu, glycol juga membantu menurunkan titik beku dan menjaga suhu kerja mesin tetap stabil. 4. Pastikan memiliki perlindungan antikarat Radiator coolant tidak hanya berfungsi menjaga suhu mesin, tetapi juga melindungi saluran pendingin dari korosi. Kandungan aditif antikarat membantu mencegah timbulnya karat yang dapat menyebabkan kebocoran maupun penyumbatan pada radiator. 5. Pertimbangkan teknologi OAT Coolant dengan formula Organic Acid Technology (OAT) mampu memberikan perlindungan terhadap logam tanpa meninggalkan endapan atau kerak yang dapat menghambat sirkulasi cairan pendingin. Teknologi ini juga memiliki tingkat penguapan yang rendah sehingga usia pakainya lebih panjang. 6. Sesuaikan dengan teknologi kendaraan Pada mobil listrik dan hybrid, radiator coolant juga berfungsi menjaga suhu komponen elektrifikasi seperti baterai, motor listrik, dan inverter agar tidak mengalami degradasi akibat suhu yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Sementara itu, pada mesin bensin dan diesel modern, termasuk yang telah menggunakan turbo intercooler dan teknologi katup variabel, radiator coolant membantu menjaga suhu kerja mesin tetap optimal. Henry juga mengatakan, pengembangan MASTER Radiator Coolant mengacu pada pengalaman dari dunia balap touring nasional dan disesuaikan untuk kondisi iklim tropis Indonesia. Produk ini disebut memiliki karakteristik minim penguapan, usia pakai lebih lama, serta dilengkapi formula antikarat. MASTER Radiator Coolant tersedia dalam tiga varian, yakni MASTER Radiator Cool, MASTER Radiator Coolant Premixed, dan MASTER Radiator Coolant Gold.