Kehadiran XBee di booth Suzuki pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan sekadar pelengkap display. Mobil perkotaan bergaya SUV ringkas yang sudah dipasarkan di Jepang ini diboyong untuk mengukur respons pasar Indonesia. Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Himawan Saputra menjelaskan, partisipasi XBee di pameran otomotif tahunan tersebut merupakan bagian dari riset dan studi pasar. Suzuki XBee di IIMS 2026 “Kita memamerkan XBee ini untuk mendapatkan respons. Bagaimana dengan model ini, bagaimana desainnya, bagaimana tanggapan konsumen di Indonesia,” ujar Dony di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Menurut dia, seluruh masukan yang diperoleh selama pameran akan menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam merancang produk ke depan. “Dari tanggapan-tanggapan tersebut akan kami gunakan untuk bagaimana kita merancang produk atau langkah lain di masa depan,” kata Dony. Saat ditanya mengenai peluang XBee dipasarkan di Indonesia, Dony menegaskan bahwa saat ini model tersebut masih dalam tahap studi. “Untuk sekarang masih dalam proses riset dan studi. Entah nanti model atau produknya apa, kita sedang melihat dulu bagaimana tanggapan masyarakat mengenai desain seperti ini,” ujarnya. Dengan kata lain, belum ada kepastian apakah SUV kompak bergaya retro-modern itu akan benar-benar dijual di Tanah Air. Suzuki XBee di IIMS 2026 Namun, pola pendekatan semacam ini bukan hal baru bagi Suzuki, yang kerap memanfaatkan pameran sebagai sarana membaca minat konsumen sebelum mengambil keputusan bisnis lebih lanjut. Adapun arti kata XBee sendiri, kata Dony, merupakan singkatan dari 'Crossover To Be Exciting'. "Makanya Cross(X)Bee. Crossover To Be Exciting. X itu maksudnya Cross," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang