PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengungkapkan sempat diajak berdiskusi oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terkait rencana pengadaan kendaraan niaga untuk mendukung distribusi hasil pertanian nasional. Namun, disampaikan Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS Dony Ismi Himawan Saputra, pembicaraan tersebut tidak berlanjut menjadi kerja sama karena kedua pihak belum menemukan kesepakatan. “Ya betul, kami sudah cek secara internal bahwa memang telah terjadi komunikasi antara pihak Agrinas dengan kami. Akan tetapi pada saat terjadi komunikasi kami belum menemukan kesepakatan untuk pemenuhan kebutuhan,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia menjelaskan, ada sejumlah aspek yang dibahas dalam komunikasi tersebut, namun detailnya tidak dapat diungkapkan ke publik. “Ada banyak detail, tapi mohon maaf kita tidak bisa sampaikan di sini,” kata dia. Suzuki sendiri memiliki pengalaman panjang di segmen kendaraan komersial ringan melalui pikap Suzuki Carry yang sudah hadir di Indonesia selama puluhan tahun. Ulasan Suzuki Carry Pikap dari konsumen Menurut Dony, kendaraan tersebut telah digunakan secara luas oleh pelaku usaha di various sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga jasa. “Mayoritas pelaku usaha di Indonesia sudah mengakui kiprah dari produk kami yaitu Carry, lebih dari 50 tahun. Mereka sudah tahu bagaimana bukti keunggulan dari daya angkut, ketangguhan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga layanan purna jual,” ujar dia. Saat ini Carry dipasarkan dengan sistem penggerak roda belakang (4x2). Meski demikian, Dony menilai konfigurasi tersebut selama ini sudah mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan kendaraan komersial di berbagai wilayah Indonesia. Siap Pasok Carry untuk Kopdes Merah Putih Dony menambahkan, apabila ada peluang kerja sama di masa depan dengan spesifikasi kendaraan yang sesuai, Suzuki tetap terbuka untuk berpartisipasi. “Apabila pihak Agrinas membutuhkan dan membuka kesempatan bagi kendaraan dengan spesifikasi 4x2, kami terbuka dan siap melayani sesuai dengan kapasitas produksi yang tersedia,” kata Dony. Carry sendiri diproduksi secara lokal di fasilitas Suzuki di Tambun, Jawa Barat, dan juga diekspor ke sejumlah negara. Namun jika terdapat kebutuhan produksi dalam jumlah besar, Suzuki perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan jaringan pemasok. “Kalau ada kebutuhan produksi dalam jumlah yang lebih besar dari yang sedang berjalan, tentunya kami perlu berkoordinasi dengan seluruh rantai pasok kami atau supplier,” ujar Dony. Ia menambahkan, dalam kondisi normal penjualan Carry bisa mencapai sekitar 6.000 unit per bulan. Apabila ada permintaan di atas angka tersebut, perseroan menyanggupinya tapi butuh kesiapan ekosistem terlebih dahulu. Agrinas sebelumnya menjadi sorotan setelah merencanakan pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar untuk mendukung distribusi hasil pertanian nasional melalui program Kopdes Merah Putih. Dalam rencana tersebut, perusahaan pelat merah itu disebut akan mengimpor sekitar 105.000 kendaraan dari produsen otomotif India, yakni Mahindra dan Tata, yang terdiri dari pikap dan truk ringan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang