Di balik gemerlap dunia MotoGP, ada sosok-sosok senyap yang berperan besar menjaga nyawa dan karier para pebalap tetap bertahan. Mereka bukan insinyur mesin, bukan pula pelatih fisik, melainkan para dokter yang jadi “penjaga kehidupan” di lintasan berkecepatan tinggi. Dari kasus cedera Marc Marquez hingga Jorge Martin, dokter di arena balap memainkan peran krusial dalam menentukan seberapa cepat seorang pebalap bisa kembali ke atas motor atau justru harus berhenti lebih awal. Salah satu nama yang paling dihormati di dunia MotoGP adalah Claudio Marcello Costa, atau yang akrab disapa dr. Costa. Claudio Marcello Costa, atau yang akrab disapa dr. Costa dr. Costa adalah figur legendaris, pelopor sistem medis modern di paddock, sekaligus pendiri Clinica Mobile yaitu rumah sakit keliling yang menjadi ikon di setiap seri MotoGP. Dari Imola untuk Dunia Claudio Costa bukan sekadar dokter biasa. Ia adalah putra dari Francesco Costa, penyelenggara balap motor di Sirkuit Imola, Italia. Sejak kecil, darah balap sudah mengalir di tubuhnya. Pada usia 16 tahun, dr. Costa menunjukkan panggilan hidupnya. Ia menolong Geoffrey Duke yang terjatuh keras di tikungan Acque Minerali saat membalap di ajang Coppa d’Oro Shell. Tanpa pikir panjang, Costa muda mengevakuasi sang pebalap dan memindahkan motornya agar tidak tertabrak peserta lain. Claudio Marcello Costa, atau yang akrab disapa dr. Costa Setelah lulus kedokteran pada 1967, Costa menekuni tiga spesialisasi yaitu Ortopedi dan Traumatologi, Fisioterapi Ortopedi, serta Kedokteran Olahraga. Tahun 1974 menjadi titik balik. Legenda Giacomo Agostini, yang dikenal peduli terhadap keselamatan pembalap, mengajaknya mendampingi di ajang Daytona 200 di Amerika Serikat dan berhasil menang. Dari situ, dr. Costa menyadari pentingnya kehadiran tim medis di sirkuit. Tiga tahun kemudian, lahirlah Clinica Mobile, kendaraan medis keliling lengkap dengan peralatan darurat. dr. Costa adalah pelopor sistem medis modern di paddock, sekaligus pendiri Clinica Mobile ? rumah sakit keliling yang menjadi ikon di setiap seri MotoGP. Sejak saat itu, fasilitas ini menjadi “rumah sakit berjalan” yang selalu mengikuti ajang Grand Prix di berbagai negara. dr. Costa menjadi dokter kepercayaan banyak juara dunia, mulai dari Wayne Rainey, Mick Doohan, hingga Valentino Rossi. Lebih dari Sekadar Profesional Selama lebih dari tiga dekade, dr. Costa bukan hanya dokter. Ia adalah teman, penasihat, bahkan figur spiritual bagi para pebalap. Ia memahami bahwa balapan bukan cuma soal kecepatan, tapi juga keberanian menghadapi rasa sakit dan kadang, ketakutan. Valentino Rossi datang ke Jakarta buat meluncurkan livery khusus tim Pertamina Enduro VR46 racing team yang akan berlaga di MotoGP Mandalika 2025. Salah satu hubungan terdekatnya adalah dengan Valentino Rossi. Keduanya dikenal sangat akrab, saling percaya, dan sering terlihat berdiskusi di paddock. Namun, hubungan yang begitu erat itu sempat mengalami keretakan. “Hubungan saya dengan Valentino sempat renggang karena alasan yang sangat manusiawi. Kami sedang bersiap untuk balapan di Mugello, lalu ada seseorang yang bilang kalau ada metode lain selain yang biasa saya gunakan untuk menangani pebalap,” kata dr Costa, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (29/10/2025). Claudio Marcello Costa, atau yang akrab disapa dr. Costa “Saya melakukan kesalahan dengan mengambil itu secara pribadi. Akibatnya, saya tidak lagi bisa menangani dia dengan sistem Doctor Costa – Clinica Mobile,” ujarnya. “Keesokan harinya, Valentino mengalami patah kaki. Kami membawanya ke rumah sakit dan operasi berjalan sangat sukses. Tapi sejak saat itu, hubungan batin antara dokter dan pebalap yang dulu terasa ‘mistis’ itu tidak pernah sama lagi,” kata dr Costa. “Kami masih saling bertemu, saling berpelukan, tapi saya sudah bukan lagi dokter resminya Valentino,” tambahnya. Claudio Marcello Costa, atau yang akrab disapa dr. Costa Dokter, Penjaga Nyawa dan Karier Kisah dr. Costa menunjukkan bahwa keberhasilan seorang pebalap tak hanya bergantung pada motor atau tim teknik di belakangnya, tapi juga pada tangan-tangan penyembuh di ruang perawatan. Lewat Clinica Mobile, dr. Costa mengubah cara dunia melihat profesi dokter dalam olahraga ekstrem bukan sekadar penolong di saat krisis, tapi juga penjaga semangat agar para pebalap bisa melewati garis finis. Warisan itu kini terus hidup di setiap paddock MotoGP, di setiap balapan di mana nyawa dan ambisi berpacu dalam kecepatan tinggi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.