Kehadiran fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada mobil modern masih menuai beragam respons dari pengemudi. Tidak sedikit yang mengaku merasa terganggu dengan berbagai peringatan suara atau visual yang muncul saat berkendara. Menanggapi hal tersebut, Bernard Simanjuntak, Director of Bosch Mobility Solution, Bosch Indonesia, mengatakan bahwa fitur ADAS dirancang untuk meningkatkan keselamatan berkendara, bukan mengganggu kenyamanan pengemudi. “Kadang-kadang kita merasa terganggu, tapi ini teknologinya membantu. Warningnya membantu tapi tanggung jawabnya tetap pada pengemudi,” katanya di GIIAS 2026, Kamis (6/8/2026). Menurut Bernard, peringatan yang diberikan sistem ADAS merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi bahaya di jalan. ADAS Bosch. Meski terkadang dianggap mengganggu, fitur tersebut dapat menjadi pengingat penting dalam situasi yang tidak terduga. “Teknologi ini justru membantu ga bikin berisik, kalau merasa terganggu pengemudi akan merasa awas, karena kita ga tahu kapan butuhnya fitur ini,” ucapnya. Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar pengemudi memahami fungsi dan manfaat teknologi ADAS. Dengan pemahaman yang baik, pengguna kendaraan diharapkan tidak lagi menganggap fitur tersebut sebagai gangguan, melainkan sebagai sistem pendukung keselamatan. Bernard juga mengatakan, meski fitur ini membantu keselamatan berkendara, pengemudi tetap memegang peran utama dalam mengendalikan kendaraan. ADAS bukanlah teknologi yang dapat menggantikan tanggung jawab pengemudi, melainkan hanya berfungsi sebagai asisten untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan. Karena itu, penggunaan fitur ADAS perlu diimbangi dengan kesadaran, kewaspadaan, dan disiplin pengemudi dalam mematuhi aturan lalu lintas. Dengan begitu, manfaat teknologi keselamatan ini dapat dirasakan secara maksimal tanpa mengurangi tanggung jawab pengemudi saat berada di balik kemudi.