Ketidakpastian kebijakan di dalam negeri pada sektor tambang turut berpengaruh pada strategi penjualan PT Astra UD Trucks. Bila tahun lalu penjualan UD Trucks fokus pada sektor tambang atau off road, pada tahun ini justru fokus pada truk on-road terutama sektor logistik. "Jadi UD Trucks saat ini mengalihkan fokus pada on road pada sektor logistik. Hal ini karena ketidakpastian kebijakan pemerintah yang membuat pelaku usaha pertambangan wait and see," kata Chief Executive Officer Astra UD Trucks, Bambang Widjanarko pada media, Kamis (21/5/2026). Lebih lanjut, perubahan kebijakan pemerintah terkait usaha tambang yang dimaksud adalah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara dan nikel, kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di bank-bank Himbara, dan yang paling baru adalah pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia. Bambang mengatakan, menurutnya perubahan fokus penjualan UD Trucks tidak perpengaruh besar pada bisnis perusahaan. Dipertengahan tahun 2026 pihaknya melihat segmen on-road peluangnya sangat besar. Misalnya seperti kereta api logistik yang membutuhkan truk untuk feeder barang yang akan diangkut kereta. "Ya memang dulu, porsi mining kita tidak terlalu banyak, jadi tidak ada masalah," katanya. UD Trucks Quester Terkait target penjualan, Bambang menyebutkan tahun ini UD Trucks menargetkan angka 1.200 unit. Angka tersebut tidak terlalu jauh dari tahun lalu yang menargetkan 1.000 unit. Menurutnya target ini ditetapkan secara hati-hati lantaran melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang