Ketergantungan logistik nasional pada angkutan darat berbasis truk masih sangat tinggi, bahkan di tengah dorongan transisi energi dan elektrifikasi kendaraan. Dimas Fadhil, Urban Mobility Manager di World Research Institute (WRI) Indonesia, mengungkapkan bahwa hampir 90 persen distribusi logistik di Indonesia masih bertumpu pada moda transportasi truk. “Sekitar 90 persen logistik nasional itu ditopang oleh truk. Tapi kalau kita lihat jumlahnya dibandingkan total kendaraan, sebenarnya kecil,” ujar Dimas dalam diskusi bertema Tantangan Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia di Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026). Ia menjelaskan, populasi truk secara nasional hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor. Namun, kontribusinya terhadap emisi sektor transportasi sangat besar, mencapai lebih dari 40 persen. Artinya, meski jumlahnya minim, truk menjadi penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi. Kondisi ini menjadi alasan kuat perlunya intervensi kebijakan yang lebih serius. Distribusi logistik RI masih 90 persen bergantung truk. Meski cuma 4 persen populasi, kontribusi emisinya tembus lebih dari 40 persen. Di sisi lain, upaya elektrifikasi kendaraan barang tidak bisa berdiri sendiri. Dimas menekankan pentingnya pendekatan komprehensif melalui konsep “avoid, shift, dan improve”, yakni efisiensi distribusi, peralihan ke moda seperti kereta api dan kapal laut, serta peningkatan teknologi kendaraan. Menurut dia, pembenahan tata ruang kawasan industri dan pengurangan muatan kosong juga menjadi faktor penting dalam menekan beban logistik. Untuk jarak jauh, moda alternatif seperti kereta api dan kapal laut dinilai lebih efisien dan rendah emisi. “Elektrifikasi memang penting, tapi harus dilihat dalam kerangka besar. Ada isu tata ruang, ada efisiensi logistik, dan juga pemanfaatan moda lain yang lebih ramah lingkungan,” kata Dimas. Dengan tantangan yang kompleks tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci. Tanpa strategi terpadu, dominasi truk bukan hanya akan bertahan, tetapi juga terus menjadi sumber utama emisi di sektor transportasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang