PT Arista Auto Elektrindo membeberkan capaian penjualan serta strategi pengembangan jaringan diler kendaraan listrik niaga Farizon di Indonesia. Meski baru efektif melakukan pengiriman unit beberapa bulan terakhir, merek komersial berbasis listrik ini optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan yang positif hingga akhir tahun. Direktur PT Arista Auto Elektrindo Christoforus Ronny, menjelaskan bahwa peluncuran merek pada awal tahun merupakan tahap pengenalan brand, sementara pengiriman armada ke konsumen baru benar-benar dimulai pada kuartal kedua. "Sebenarnya pada waktu launching Januari kan kita tidak langsung delivery ya, waktu itu launching brand. Jadi kita sebenarnya baru benar-benar start delivery itu di bulan April," ujar Ronny, Rabu (29/7/2026). Mobil niaga listrik baru Farizon di GIIAS 2026 Capaian Penjualan dan Dominasi Pasar B2B Sejak resmi dikirimkan ke konsumen mulai April hingga pertengahan tahun, Farizon mencatatkan penyerapan unit yang cukup baik di pasar komersial. "Sampai sekarang sudah terkirim 100 unit lebih. Targetnya sepanjang tahun ini kita harapkan menyentuh lebih dari 500 unit. Kita kan masih baru, jadi berjalan perlahan-lahan tapi pasti," kata Ronny. Menariknya, struktur konsumen Farizon saat ini didominasi oleh segmen korporasi atau business-to-business (B2B) dengan porsi lebih dari 50 persen. Penyebarannya pun tak hanya berpusat di wilayah Jabodetabek, melainkan sudah menjangkau area luar Jawa. Farizon SV "Ternyata di luar daerah banyak sekali. Di beberapa wilayah Sumatera bahkan di Sulawesi itu sudah menggunakan SV," lanjutnya. Diler Khusus Arista Group Guna menopang target penjualan serta menjamin ketenangan operasional para pemilik usaha, Farizon menyiapkan strategi khusus dalam pengembangan jaringan diler dan purna jual (aftersales). Untuk fasilitas penjualan (sales), Farizon menerapkan konsep diler khusus (dedicated). Saat ini fasilitas yang sudah beroperasi penuh berada di Jakarta dan Bandung, sementara belasan titik diler baru di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan sedang dalam tahap konstruksi. Namun untuk urusan perawatan dan servis kendaraan, Farizon memanfaatkan ekosistem besar milik Arista Group agar dapat menjangkau konsumen di area terpencil. "Untuk penjualan tentu harus fokus. Tapi kalau service, kita bisa men-support dari jaringan Arista. Contohnya jika ada konsumen di daerah yang agak jauh seperti Duri, perawatan kendaraannya bisa didukung oleh network Arista secara grup untuk mempermudah konsumen," pungkas Ronny.