Daihatsu Rocky Hybrid Daihatsu memastikan Rocky Hybrid akan mulai dikirim ke konsumen Indonesia pada November 2025. Namun, pengiriman unit pertama tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap, dengan prioritas kepada pelanggan yang sudah memesan lebih awal. “Unit pertama untuk spek Indonesia akan diproduksi pada 3 November. Prioritas kami tetap kepada customer yang urutannya lebih awal,” ujar Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani. Meski demikian, jumlah pasti unit untuk batch pertama belum bisa dipastikan. Perkiraan internal, untuk batch awal bisa mencapai seribuan SPK. "Secepatnya kami akan deliver ke customer, dan pengiriman akan bertahap. Mulai Januari, volume lebih jelas,” tambahnya.Harga Rocky Hybrid yang berlaku pasca-GIIAS 2025 ditetapkan sebesar Rp299 jutaan untuk SPK yang dilakukan sampai Desember 2025. Ia menegaskan harga ini tetap berlaku hingga akhir tahun. Setiap unit Rocky Hybrid yang masuk ke Indonesia harus menjalani proses homologasi dan uji tipe sesuai regulasi nasional. Beberapa komponen, seperti sensor ECU, dashboard, audio, ban, dan label, disesuaikan agar memenuhi standar lokal. Misalnya, semua tulisan wajib menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia, frekuensi audio disesuaikan dengan kondisi pasar, dan label-label berbahasa Jepang harus diganti. “Semua unit harus memenuhi kaidah yang diatur Indonesia sebelum diproduksi di Jepang,” tutur dia.Hal ini juga mencakup penggunaan ban lokal yang telah tersertifikasi SNI dan penyesuaian sensor ECU agar kompatibel dengan fitur kendaraan untuk pasar Indonesia.Daihatsu juga menegaskan komitmen pada segmen First Car Buyer, yang menjadi mayoritas pelanggan mobil baru mereka. Dari penjelasan perwakilan Daihatsu:“Satu hal yang mungkin teman-teman lihat ya, komitmen kita nggak berubah untuk bantu motorisasi itu. Motorisasi bertambah itu dari First Car Buyer,” katanya. Selain fokus pada pengiriman, Daihatsu juga menekankan kesiapan produksi lokal di Karawang. Hal ini mencakup kesiapan supply chain, kemampuan produksi, dan jaminan aftersales, meski untuk Rocky Hybrid saat ini produksi masih dilakukan di Jepang. Teknologi dari Kyoto Plant diadopsi untuk meningkatkan efisiensi proses assembly dan body, tanpa membebankan biaya tambahan kepada konsumen.Dengan pengiriman yang dijadwalkan dan penyesuaian teknis sesuai regulasi, Rocky Hybrid diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang mencari kendaraan compact, terjangkau, dan ramah lingkungan, khususnya bagi First Car Buyer.