Chongqing[Gambas:Youtube] Selama ini publik Indonesia mengenal Changan sebagai pemain mobil listrik murni. Namun ternyata pabrikan asal Kota Chongqing, China, ini punya juga mobil hybrid yang nggak kaleng-kaleng!Saat redaksi detikoto bertandang langsung ke markas besarnya di China, Changan mengajak kami untuk mengetes beberapa mobil mereka yang sudah menggunakan teknologi hybrid bernama BlueCore.Mobil hybrid Changan Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOtoKota pegunungan Chongqing yang ikonik menjadi saksi bisu pengetesan lini hybrid Changan. Kami menjajal langsung beberapa model unggulan, mulai dari sedan Eado, compact SUV CS55, hingga medium SUV CS75 yang menjadi primadona dalam perjalanan kali ini.Mobil hybrid Changan Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOtoAda pemandangan menarik saat masuk ke kabin CS75. Meskipun ini mobil setir kiri, sisi penumpang depan tetap dimanjakan dengan layar hiburan tersendiri. Total ada tiga layar yang mendominasi dasbor, memberikan kesan futuristik yang sangat kuat.Meski CS75 memang menggoda, prediksi kami Changan CS55 lah model yang paling berpeluang besar mendarat di Indonesia.Mobil ini bakal menjadi lawan tangguh bagi Honda HR-V Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid yang saat ini mulai mendominasi jalanan tanah air.Mobil hybrid Changan CS55 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOtoChangan nampaknya perlu bermain konservatif dengan fokus pada segmen SUV 'terjangkau' ketimbang sedan.Pasalnya, segmen SUV masih menjadi "kue" paling manis di Indonesia, meskipun secara estetika sedan Eado milik mereka punya tampilan yang sangat menggoda.Saat dijajal di jalanan, transisi antara mesin bensin ke motor listrik pada sistem BlueCore ini terasa sangat halus.Akselerasi awalnya pun mulus, tanpa ada gejala lag yang mengganggu kenyamanan berkendara.Soal efisiensi, klaim Changan tergolong berani. Data internal mereka menyebutkan model sedan mampu menembus 33 km per liter, sementara untuk model SUV berada di angka 25 km per liter. Angka yang cukup untuk membuat kompetitor di kelasnya waspada.Namun, ada satu ganjalan yang mungkin akan dihadapi saat masuk ke pasar lokal, yaitu nama "BlueCore". Istilah ini sudah kadung melekat pada teknologi mesin motor Yamaha di Indonesia.Agar tidak terjebak sengketa merek seperti kasus brand China lainnya, Changan mungkin perlu menanggalkan nama tersebut dan cukup menggunakan branding "Hybrid" saja.Toh, dengan performa dan efisiensi yang ditawarkan, mobil ini sebenarnya tak butuh banyak gimik nama untuk bisa bersaing di Indonesia.