Mobil Terbang Alef Model A Perkembangan teknologi transportasi kembali mencatat sejarah baru. Alef Aeronautics, perusahaan rintisan asal Silicon Valley, Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan dimulainya produksi mobil terbang listrik pertama di dunia yang dirancang untuk bisa dikendarai di jalan raya sekaligus terbang secara vertikal. Langkah ini menandai transisi besar dari konsep futuristik menjadi produk nyata yang siap memasuki tahap distribusi awal. Setelah bertahun-tahun riset, pengembangan, dan pengujian, Alef kini berada di fase paling krusial: manufaktur kendaraan. Mobil Terbang Alef Model A Dikutip VIVA dari SlashGear Sabtu, 27 Desember 2025, Alef Aeronautics memulai proses produksi Model A di fasilitas manufakturnya di California. Tahap awal ini masih bersifat terbatas, dengan unit-unit kendaraan dirakit secara manual untuk memastikan kualitas, presisi, dan keselamatan. Mobil-mobil pertama akan digunakan untuk pengujian lanjutan sebelum akhirnya dikirimkan ke konsumen.CEO Alef Aeronautics, Jim Dukhovny, menyebut bahwa dimulainya produksi ini merupakan pencapaian besar bagi perusahaan sekaligus industri transportasi global. Menurutnya, mobil terbang bukan lagi sekadar imajinasi, melainkan solusi mobilitas masa depan yang mulai terwujud. Alef Model A adalah kendaraan full listrik dengan desain unik yang memungkinkan penggunaan ganda. Di darat, kendaraan ini dapat melaju layaknya mobil biasa dan menggunakan infrastruktur jalan yang sudah ada. Namun, ketika dibutuhkan, Model A mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) tanpa memerlukan landasan pacu. Secara teknis, Model A dibekali delapan baling-baling tersembunyi di dalam struktur bodi. Kabin kendaraan dapat berputar saat beralih dari mode berkendara ke mode terbang, sehingga tetap stabil dan aman bagi penumpang. Desain ini juga dirancang agar kendaraan tetap terlihat seperti mobil konvensional saat berada di jalan. Dalam mode darat, Alef Model A diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 320 kilometer. Sementara itu, dalam mode terbang, kendaraan ini dapat melaju sejauh kurang lebih 177 kilometer. Seluruh sistem penggerak menggunakan tenaga listrik, menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan terbang konvensional berbahan bakar fosil.Sejak membuka pre-order, Alef Aeronautics telah mengantongi lebih dari 3.500 pesanan dari berbagai negara. Harga yang ditawarkan untuk satu unit Alef Model A berada di kisaran US$299.000 atau setara dengan Rp5 miliaran.Meski terbilang sangat mahal, Alef optimistis harga tersebut dapat ditekan di masa depan apabila produksi massal berhasil direalisasikan. Perusahaan juga menargetkan pengembangan model lain yang lebih terjangkau untuk pasar yang lebih luas.Meski produksi telah dimulai, tantangan besar masih menghadang, terutama terkait regulasi. Hingga kini, belum ada kejelasan menyeluruh mengenai aturan penggunaan mobil terbang di ruang publik, termasuk soal lisensi pengemudi, wilayah terbang, hingga integrasi dengan sistem lalu lintas udara dan darat. Mobil Terbang Alef Model ANamun demikian, Alef Aeronautics menilai bahwa langkah produksi ini sudah menjadi bukti nyata bahwa mobil terbang bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan teknologi yang siap mengubah cara manusia bepergian.Dimulainya produksi Alef Model A menjadi tonggak penting dalam evolusi transportasi modern. Jika berhasil melewati tantangan teknis dan regulasi, mobil terbang berpotensi menjadi solusi mobilitas perkotaan, mengurangi kemacetan, dan membuka cara baru dalam berpindah tempat.