Penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih menjadi polemik hingga hari ini. Tidak hanya pelaku usaha di sektor tambang, namun juga berpengaruh pada bisnis karoseri truk. Sebagai informasi, penyesuaian RKAB 2026 dimaksudkan untuk mencegah kelebihan pasokan (oversupply) akibat eksploitasi dan produksi yang berlebihan. Hanya saja perubahan mekanisme ini menjadi penganjal penerbitan RKAB bagi bisnis tambang. Syarifuddin Tangka, Direktur PT Metalindo Teknik Utama (MTU), mengatakan, banyak bisnis tambang yang RKAB-nya belum terbit. Kondisi ini tentunya membuat perusahaan tambang mengurangi pemesanan kendaraan, pada akhirnya turut memperngaruhi pemesanan karoseri. "Di 2026 ini dengan kondisi kita seperti ini dimana RKAB banyak yang di hold, ini menjadi urat nadi kita sebenarnya. Kita di karoseri bagaimana mendukung teman-teman di ATPM khususnya di DCVI kalau penjualan mereka berkurang maka karoseri akan terkena dampaknya juga," katanya di Karoseri MTU, Kamis (4/6/2026). Truk tambang batubara ilegal di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Syarifuddin menjelaskan, Karoseri MTU melayani pembuatan rumah-rumah bagi truk. Aplikasi pada truk tersebut dibedakan menjadi dua jenis yakni Off Road dan On Road. Untuk segmen On Road masih jadi tulang punggung dari bisnis karoseri lantaran sektor logistik dan sebagainya merupakan segmen terbesar bagi ATPM. Sementara untuk truk Off Road di tahun ini alami penurunan pemesanan lantaran situasi tambang sedang tidak menentu. Oleh karena itu pihaknya tetap memposisikan diri dengan memberikan pelayanan terbaik sesuai keinginan pelanggan. Pokoknya intinya kalau kita di MTU apapun yang terbuat dari besi dan bisa dilas bisa dikerjakan di MTU. Namun kita tetap mematuhi regulasi dari APTM apa saja yang boleh dan tidak boleh. Kita sebagai karoseri mengikuti rambu-rambu atau standarisasi mereka," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang