Penggunaan GPS tracker saat ini masih didominasi oleh kalangan bisnis dibandingkan pengguna pribadi. Perusahaan rental kendaraan, pelaku usaha pariwisata, hingga sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar pemakaian perangkat pelacak tersebut. Corporate Relation Executive Supervisor GPS.id, Muhammad Miftah Faiz, mengatakan, kebutuhan pemantauan armada menjadi alasan utama tingginya penggunaan di sektor usaha. “Memang saat ini yang paling banyak menggunakan itu dari perusahaan rental, pengusaha pariwisata, serta perusahaan mining atau perusahaan tambang,” kata Miftah kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026). Menjelang momen mudik lebaran Idul Fitri 2025, penyedia rental mobil di Surabaya mulai banjir permintaan, Jumat (21/3/2025). Miftah menjelaskan, secara persentase, pengguna dari kalangan bisnis jauh lebih besar dibandingkan individu. Perusahaan memanfaatkan GPS tracker untuk memantau pergerakan kendaraan, memastikan operasional berjalan sesuai jadwal, serta meningkatkan keamanan aset. “Secara persentase, memang lebih besar ke bisnis sih daripada untuk pribadi, mas, penggunaannya. 80-20 persen lah. 80 persen buat bisnis,” ujarnya. Secara sederhana, GPS tracker merupakan perangkat yang dipasang pada kendaraan untuk memantau lokasi secara real time Sejumlah truk tambang milik pengusaha dan buruh menutup Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, Kota Bandung, untuk menuntut kepastian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai durasi penutupan tambang, Jumat (6/2/2026). Data yang dikirimkan dapat diakses melalui aplikasi atau dashboard khusus, sehingga pemilik kendaraan bisa mengetahui posisi, riwayat perjalanan, hingga durasi berhenti. Bagi perusahaan dengan banyak armada, fitur ini membantu memastikan kendaraan digunakan sesuai kebutuhan operasional. Sementara di sektor tambang, perangkat ini juga berperan dalam meningkatkan pengawasan di area kerja yang luas dan berisiko tinggi. Meski begitu, penggunaan untuk kebutuhan pribadi tetap ada, terutama untuk keamanan kendaraan. Namun jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan sektor bisnis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang