Kehadiran SUV hybrid Geely Starray EM-i di pasar otomotif Tanah Air semakin menarik perhatian konsumen. Membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbaru, mobil ini menjanjikan kombinasi performa bertenaga dan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Namun, bagaimana impresi berkendara sesungguhnya ketika mobil ini digunakan untuk mobilitas sehari-hari? Adhika Jati, pengguna Starray EM-i selama 3.000 km, mengatakan, mobil hybrid dari Geely ini menyenangkan untuk dikendarai. Begitu pula dengan performa mesinnnya. Meski demikian, ada beberapa catatan yang dirasakannya selama berada di balik kemudi SUV asal China ini. Geely Starray EM-i Catatan Kenyamanan dan Suspensi Menyoal sektor kaki-kaki, kenyamanan Starray EM-i sejatinya sudah mumpuni untuk penggunaan harian. Karakter suspensinya yang cenderung empuk memberikan kenyamanan ekstra saat melintasi jalanan kota yang mulus. "Kenyamanan suspensi cukup baik, hanya saja limbung apabila melewati jalanan yang tidak rata. Sehingga, membutuhkan spring buffer atau karet dumper," ujar Dhika, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Lebih lanjut soal suspensi, menurut Dhika, suspensi Starray EM-i tergolong nyaman dan lembut. Tapi, terlalu mengayun apabila melewati jalan tidak rata. Sehingga membutuhkan pemasangan karet buffer atau dumper untuk membuat suspensi agak lebih rigid. Geely Starray EM-i di GJAW 2025. Minim Tombol Fisik Jadi Sorotan Beralih ke area kabin dan fitur operasional, tren dasbor minimalis modern yang diusung Geely ternyata menyisakan sedikit catatan minor dalam hal ergonomi berkendara. Semua kontrol yang terpusat pada layar digital terkadang justru mengurangi kepraktisan saat mengemudi. "Kekurangannya, tidak ada tombol fisik. Sehingga, menyulitkan kontrol atau kendali. Misalnya, untuk mematikan Lane Keeping Assist. Ini harus diakses melalui head unit. Begitu pun juga dengan electronic brakeforce," kata Dhika. Geely Starray EM-i Efisiensi BBM dan Fitur Andalan Melihat di luar catatan tersebut, teknologi hybrid EM-i yang digendong Starray terbukti sukses menyajikan efisiensi yang luar biasa. Sistem manajemen daya pada mobil ini mampu meminimalkan konsumsi bahan bakar secara signifikan. "Untuk efisiensi dayanya, cukup efisien. Pernah mencapai efisiensi sekitar 34 km/liter," ujarnya. Kemampuan efisiensi yang tinggi ini tidak lepas dari optimalnya sistem regenerative braking yang disematkan pada Starray EM-i. Fitur ini mampu menangkap energi kinetik saat deselerasi untuk dikonversi menjadi daya listrik ke baterai. Geely Starray EM-i "Untuk tipe Starray EM-i ini, fitur yang sangat bermanfaat, yaitu fitur regenerative breaking-nya yang bisa membantu pengisian daya baterai. Sehingga, jarang melakukan pengecasan baterai," ujar Dhika. Selain hemat daya, Dhika juga merasakan dampak positif langsung pada kantongnya berkat efisiensi bahan bakar yang tinggi, ditambah dengan fitur hiburan kabin yang sangat memanjakan di kala macet. "Efisiensi BBM-nya juga bermanfaat, karena jadi jarang mengisi BBM. Sistem audio dan 16 speaker-nya juga seru dan menyenangkan. Sehingga, tidak bosan apabila sedang macet-macetan di jalan," kata Dhika. Review pengguna Geely Starray EM-i Biaya Pajak Tahunan Bagi calon konsumen yang tertarik meminang SUV hybrid ini, faktor biaya kepemilikan seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan tentu menjadi pertimbangan penting. Soal pajak tahunannya, Starray EM-i dikenakan Rp 5.523.000. Tentunya, ditambah dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas dan Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143.000. Jika total komponen tersebut dijumlahkan, maka pemilik Starray EM-i perlu merogoh kocek sekitar Rp 5.666.000 per tahun untuk kewajiban pajaknya. Angka yang terbilang kompetitif untuk sebuah SUV medium bermesin hybrid modern saat ini.