Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek baru. Salah satunya Geely EX5 yang resmi dipasarkan sejak tahun lalu. Anton Widodo termasuk pengguna awal model tersebut. Ia membelinya saat pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dan kini telah menempuh sekitar 25.000 kilometer. Sebelum menjatuhkan pilihan, Anton mengaku sempat membandingkan beberapa mobil listrik di kelas yang sama. Baginya, keputusan membeli bukan semata karena ingin beralih ke kendaraan listrik. "Desainnya sederhana, enggak norak," ujar Anton kepada Kompas.com, Jumat (3/7/2026). Meski begitu, tampilan bukan faktor penentu. Keputusannya semakin mantap setelah mencoba langsung mobil tersebut melalui sesi test drive. Karakter Berkendara Hal pertama yang menarik perhatian Anton adalah karakter berkendaranya. Dibandingkan beberapa mobil listrik yang pernah dicoba, Geely EX5 dinilai menawarkan sensasi mengemudi yang lebih natural. "Feeling mengemudinya seperti mobil Eropa," katanya. Menurut dia, bobot setir terasa pas dan tidak terlalu ringan. Suspensinya juga mampu meredam permukaan jalan dengan baik sehingga tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi. Karakter tersebut membuat proses adaptasi dari mobil bermesin bensin ke kendaraan listrik terasa lebih mudah. Selain itu, sistem audio bawaan juga dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhannya sehingga tidak ada keinginan untuk melakukan upgrade. Geely EX5 Nyaman untuk Perjalanan Jauh Selama hampir setahun, mobil ini tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian, tetapi juga beberapa kali diajak melakukan touring bersama komunitas EX5IS yang didirikannya. Rute yang pernah ditempuh antara lain Jakarta-Cirebon hingga Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Menurut Anton, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kenyamanan mobil sekaligus efisiensi energinya. "Sejauh ini enggak ada masalah berarti selama touring," ujarnya. Dalam perjalanan antarkota, konsumsi energi rata-rata tercatat sekitar 12 kWh per 100 kilometer. Meski demikian, ia mengingatkan pengguna mobil listrik tetap perlu merencanakan lokasi pengisian daya sebelum berangkat. Geely EX5 Layanan Purnajual Saat Geely kembali masuk ke Indonesia, jumlah diler dan bengkel resmi sempat menjadi perhatian calon konsumen, tidak terkecuali Anton. Namun, menurutnya, kondisi tersebut perlahan membaik seiring bertambahnya jaringan layanan. Salah satu hal yang ia apresiasi adalah sistem riwayat servis yang sudah terintegrasi di seluruh bengkel resmi. Dengan begitu, pemilik dapat melakukan perawatan di dealer mana pun tanpa kehilangan riwayat kendaraan. Anton juga pernah mengajukan klaim garansi. Pengalamannya, proses tersebut berjalan cukup mudah karena pemilik hanya perlu mengirimkan dokumentasi kerusakan sebelum kendaraan dijadwalkan masuk bengkel. "Kalau memang masuk garansi, komponennya langsung diganti," ujarnya. Interior Geely EX5 Catatan Meski secara umum puas, Anton tetap menemukan beberapa hal yang menurutnya masih bisa ditingkatkan. Salah satunya adalah bunyi yang sempat muncul dari area sunroof ketika cuaca panas. Setelah diperiksa di bengkel resmi, masalah tersebut diketahui berasal dari karet sunroof dan berhasil diatasi dengan pelumas khusus. "Sesudah diperbaiki, bunyinya hilang," katanya. Catatan lain berkaitan dengan ban bawaan. Hingga kini, ukuran ban standar EX5 masih belum banyak tersedia di pasaran sehingga pilihan penggantinya relatif terbatas. Di sisi lain, mobil ini sudah dilengkapi Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang dapat memberikan peringatan ketika tekanan ban mulai berkurang akibat kebocoran. Hal lain yang perlu diketahui calon konsumen adalah absennya ban serep. Sebagai gantinya, Geely hanya menyediakan tire repair kit untuk penanganan darurat. Penyerahan Geely EX5 ke konsumen Kesimpulan Setelah menempuh sekitar 25.000 kilometer, Anton menilai Geely EX5 menawarkan kenyamanan berkendara yang menjadi salah satu keunggulannya. Karakter kemudi yang natural, suspensi yang nyaman, serta kualitas audio menjadi aspek yang paling berkesan selama penggunaan. Di sisi lain, ia mencatat beberapa hal yang masih perlu diperhatikan, seperti ketersediaan ban yang belum sebanyak merek lain, tidak adanya ban serep, serta jaringan dealer yang masih terus berkembang.