Pabrikan roda dua asal China, QJMotor, semakin serius dalam mengembangkan teknologi motor sport masa depan. Mengikuti jejak kompatriotnya, CFMoto, QJMotor baru-baru ini mendaftarkan paten sistem aerodinamika aktif berupa winglet yang bisa bergerak. Dalam dokumen paten yang beredar, teknologi ini disematkan pada motor sport yang sekilas menyerupai model SRK 800 RR atau SRK 921 RR. Namun, fokus utamanya bukan pada model motor tersebut, melainkan teknologi mutakhir yang menempel pada bagian fairing. Bergerak Fleksibel Mengandalkan IMU Dikutip dari Visordown, pada sisi kanan dan kiri bodi depan motor, terdapat komponen winglet berukuran cukup besar dengan desain menekuk ke belakang, sangat mirip dengan lini motor sport QJMotor saat ini. Bedanya, komponen ini bukan sekadar pemanis bodi yang diam. QJMotor Patenkan Winglet Aktif, Siap Saingi Teknologi CFMoto Berdasarkan patennya, sayap tersebut terhubung langsung dengan Inertial Measurement Unit (IMU) sepeda motor. Hal ini memungkinkan winglet bergerak secara independen dan menyesuaikan tingkat aerodinamika motor secara real-time. Secara teori, kedua bilah sayap ini dapat bergerak secara individual untuk membantu motor miring lebih cepat saat masuk ke tikungan, bekerja mirip dengan fungsi aileron pada sayap pesawat terbang. Kendati demikian, apakah teknologi ini akan memberikan keuntungan signifikan di lintasan atau justru membuat pengendalian setang terasa tidak natural, masih harus dibuktikan lebih lanjut. Membantu Pengereman Ekstrem dan Mencegah Wheelie Penerapan paling nyata dari teknologi sayap aktif ini terlihat saat motor melakukan pengereman keras. Bayangkan ketika pengendara melaju di trek lurus sirkuit dengan kecepatan tinggi, lalu menegakkan badan dan mengerem keras menjelang tikungan. Di momen tersebut, kedua winglet akan otomatis berputar ke bawah. Gerakan ini berfungsi meningkatkan hambatan angin, bertindak layaknya parasut kecil untuk membantu mengurangi kecepatan motor. Di saat yang sama, downforce pada roda depan meningkat, sehingga cengkeraman ban ke aspal lebih maksimal dan meminimalkan risiko kehilangan traksi. Sebaliknya, manfaat lain juga bisa dirasakan saat motor berakselerasi. Motor sport modern saat ini biasanya mengandalkan fitur wheelie control berbasis IMU untuk menjaga roda depan tidak terangkat. Sayangnya, sistem elektronik standar kerap memotong tenaga mesin untuk menjaga kestabilan. Sementara penggunaan winglet statis konvensional akan terus menghasilkan hambatan angin, bahkan saat gaya tekan ke bawah sudah tidak lagi dibutuhkan di trek lurus. Dengan sistem yang aktif, motor bisa mendapatkan downforce tambahan hanya saat diperlukan. Begitu posisi motor sudah stabil, winglet akan kembali ke posisi semula yang minim hambatan angin, sehingga pengendara bisa berakselerasi maksimal tanpa mengorbankan performa kecepatan di trek lurus. CFMoto V4 SR-RR Medan Pertempuran Baru Motor Sport Dunia Hingga saat ini, efisiensi dari penggunaan winglet aktif di luar program pengembangan internal pabrikan memang belum teruji sepenuhnya secara publik. Namun yang pasti, QJMotor tidak sendirian dalam mengejar teknologi ini. Sebelumnya, CFMoto telah mencuri perhatian publik di ajang EICMA tahun lalu lewat motor konsep V4 SR-RR. Kala itu, CFMoto memamerkan winglet aktif yang bisa bergerak-gerak di atas panggung, yang langsung menjadi pusat perhatian media serta pencinta otomotif dunia. Jika kedua raksasa otomotif China ini yakin teknologi aerodinamika aktif memiliki keuntungan nyata, maka fitur ini berpotensi menjadi medan pertempuran baru dalam persaingan superbike global.