Modifikasi berbahan karbon masih jadi salah satu cara favorit pemilik sepeda motor untuk meningkatkan tampilan tanpa harus mengubah bentuk ekstrem. Selain terlihat sporty, material karbon juga identik dengan kesan premium yang sering ditemui di motor-motor performa tinggi. Belakangan, dua komponen yang cukup sering dilirik adalah winglet dan sepatbor. Meski ukurannya tidak besar, sentuhan karbon di area ini dinilai mampu mengubah karakter visual motor secara signifikan. Pemilik Bproject Carbon Kevlar, Boim, mengatakan bahwa mayoritas konsumen datang dengan tujuan utama mengejar tampilan, bukan sekadar fungsi. “Tujuan utamanya sih mengejar nilai estetika dan tampilan yang lebih keren,” ujar Boim, kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026). Untuk biaya, modifikasi winglet dan sepatbor karbon masih tergolong relatif terjangkau, terutama apabila menggunakan metode carbon skinning. Boim menjelaskan, harga winglet karbon berada di kisaran Rp 1 jutaan, sementara spakbor karbon sekitar Rp 700.000. Harga tersebut sudah termasuk proses pelapisan karbon yang mengikuti bentuk part bawaan motor, sehingga tampilannya tetap presisi dan rapi. Metode ini juga menjadi alternatif bagi pemilik motor yang ingin tampilan karbon tanpa harus mengganti part secara keseluruhan. Soal pengerjaan, waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan ketersediaan cetakan. “Pengerjaannya masing-masing sekitar 7–14 hari kerja paling lama,” kata Boim. Namun, waktu pengerjaan bisa lebih singkat jika part yang dimodifikasi sudah memiliki cetakan sebelumnya. “Kalau part yang sudah ada cetakannya baru bisa lebih cepat,” tambahnya. Dengan biaya yang masih masuk akal dan hasil visual yang langsung terasa, tak heran jika modifikasi winglet dan sepatbor karbon terus diminati. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang