Meningkatnya keluhan penumpang terhadap perilaku sopir Mikrotrans Jaklingko membuat Pemprov DKI dan TransJakarta kembali meninjau kualitas layanan. Sebagian besar pengaduan berkaitan dengan pola mengemudi yang agresif dan sikap sopir yang dinilai kurang profesional. Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Syafrin Liputo untuk mencopot sopir Mikrotrans atau Jaklingko yang berkendara secara ugal-ugalan. "Yang seperti itu saya minta untuk ditertibkan," kata Pramono dikutip dari keterangan resmi, Minggu (16/11/2025). Pramono menegaskan, Dishub DKI telah diperintahkan untuk menertibkan para pengemudi Jaklingko sekaligus memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. "Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, udah diganti aja," katanya. Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menegaskan, banyak warga yang ingin bekerja sebagai pengemudi Jaklingko. Karena itu, dirinya tidak ingin tarif gratis pada layanan Jaklingko membuat para sopir bertindak seolah moda transportasi tersebut milik pribadi. "Yang cari kerja di Jakarta juga banyak. Jangan sampai Jaklingko yang kemudian tarifnya gratis ini seakan-akan menjadi milik pribadi, kerja suka-suka, asal-asalan," tegasnya. Armada Mikrotrans JakLingko di Terminal Grogol, Jakarta Barat Pramono juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai oknum sopir Mikrotrans yang kedapatan mengangkut keluarganya saat bertugas. "Yang seperti itu saya minta untuk ditertibkan," pesan Pramono. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.