Wacana elektrifikasi angkutan kota (angkot) di Jakarta melalui program Jaklingko terus bergulir. Salah satu merek yang sempat mencuri perhatian adalah Foton Indonesia lewat produk eTruckMate versi angkot listrik. Meski sudah menjalani proses uji coba selama beberapa bulan, hingga kini unit operasional angkot listrik eTruckMate belum juga terlihat berseliweran di jalanan Ibu Kota. Di sisi lain, kompetitor seperti Wuling Mitra EV juga mulai masuk ke dalam radar pengujian PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Menanggapi hal tersebut, COO PT Indomobil Global Transportasi (Foton Indonesia) Edi Napis menjelaskan, secara dimensi, eTruckMate sebenarnya merupakan kandidat yang paling ideal untuk karakter jalanan Jakarta yang didominasi gang sempit. "Jadi kalau kita cari yang wide cabin itu sebenarnya enggak pas. Lebih pas eTruckMate, lebarnya lebih pas dengan ukuran perkotaan kita," ujar Edi di Giicomvec, Rabu (8/4/2026). Tantangan Kapasitas Baterai Meski unggul secara dimensi, Edi mengakui masih ada beberapa aspek teknis yang perlu ditingkatkan, terutama sektor baterai. Saat ini, Foton tengah berupaya melakukan penyesuaian pada kapasitas agar daya jelajahnya lebih kompetitif. Foton eTruckMate untuk Jaklingko Sebagai informasi, eTruckMate generasi awal memiliki jarak tempuh sekitar 220 km hingga 250 km. Sementara untuk generasi kedua, kapasitasnya sudah meningkat ke angka 250 km hingga 300 km. challenge karena brand lain ada yang lebih tinggi (jarak tempuh), makanya kita mau coba ke arah sana juga tentunya dengan harga yang masih kompetitif. Kami sedang coba improve baterainya," ucap Edi. Menunggu Keputusan dari China Proses pengembangan ini sayangnya tidak bisa berjalan instan. Sebagai distributor di Indonesia, pihak Foton Indonesia harus berkoordinasi intensif dengan principal mereka yang berada di China terkait riset dan pengembangan. "Saya tidak bisa janji waktunya kapan karena ini berkaitan dengan principal, R&D yang bergerak di sana. Kami di sisi operasional hanya menyampaikan hasil trial dan apa yang diminta oleh TransJakarta ke mereka," kata Edi. Meskipun belum bisa memastikan tanggal mainnya, Edi menegaskan bahwa pihak Foton Indonesia terus mendorong agar proses pengembangan dipercepat mengingat potensi pasar dan dukungan regulasi pemerintah terhadap mass transportation berbasis listrik sangat besar. "Kita mendorong, karena ini ada demand, ada peluang di sini. Kalau terlambat, brand lain akan masuk. Harusnya barang ini akan jadi (lolos seleksi)," kata Edi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang