PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Salah satu fokus utama ialah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), yang terus bertambah hingga Januari 2025. Saat ini, PLN menyiagakan 4.516 SPKLU di 2.935 lokasi yang didukung 5.190 personel di seluruh Indonesia. Di jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, terdapat 1.515 unit SPKLU, jumlah yang diklaim naik hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Selain itu, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile untuk mengantisipasi lonjakan pengguna di titik-titik krusial, serta menyediakan 117 posko siaga SPKLU sebagai titik singgah perjalanan jarak jauh. Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans Jawa Penguatan infrastruktur ini disertai dengan dukungan sistem digital melalui aplikasi PLN Mobile, yang kini dilengkapi fitur AntreEV dan Trip Planner. Kehadiran kedua fitur tersebut dirancang untuk memastikan proses pengisian daya tetap tertib, efisien, dan terukur selama periode perjalanan panjang arus balik. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan pentingnya keandalan layanan SPKLU pada masa mobilitas tinggi. Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans Jawa “PLN hadir memastikan pengguna kendaraan listrik tetap mendapatkan layanan pengisian daya yang andal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resmi (5/1/2026). “Dukungan sistem digital kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan ketenangan bagi pengguna selama perjalanan arus balik,” kata dia. Melalui fitur AntreEV, pengguna dapat mengatur giliran pengisian daya tanpa harus menunggu secara manual di area SPKLU. Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur Nataru Sistem antrean digital ini memungkinkan pengguna beristirahat di lokasi terdekat, sekaligus menjaga kawasan SPKLU tetap tertib dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan. Sementara itu, fitur Trip Planner membantu pengemudi merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kebutuhan pengisian daya. Pengguna dapat melihat titik-titik SPKLU di sepanjang jalur perjalanan sehingga distribusi kendaraan lebih merata dan risiko kepadatan di satu lokasi dapat dikurangi. “Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas kami. Dengan memanfaatkan fasilitas dan kemudahan yang telah disiapkan, kami berharap perjalanan arus balik pengguna kendaraan listrik dapat berlangsung aman, nyaman dan lancar,” ucap Darmawan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang