Ilustrasi Rest Area di Tol Untuk menjawab masalah tersebut, Kementerian Transportasi Jalan dan Jalan Raya India (MoRTH) meluncurkan program unik yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat. GULIR UNTUK LANJUT BACA Melalui kampanye bertajuk Clean Toilet Picture Challenge, pengguna jalan diminta untuk melaporkan kondisi toilet yang kotor di area tol. Caranya cukup sederhana, yakni dengan memotret fasilitas yang tidak layak tersebut, lalu mengunggahnya melalui aplikasi Rajmargyatra.Dikutip VIVA Otomotif dari Ndtv, Selasa 7 April 2026, jika laporan tersebut terbukti valid setelah diverifikasi, pelapor akan mendapatkan insentif berupa saldo FASTag sebesar 1.000 rupee atau setara sekitar Rp 190 ribu.Langkah ini menjadi pendekatan baru dalam pengawasan fasilitas publik di jalan tol. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengelola infrastruktur, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pengguna jalan. Dengan adanya insentif, diharapkan masyarakat lebih peduli dan responsif terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya fasilitas umum yang digunakan bersama.MoRTH menegaskan bahwa program ini resmi dan dapat diikuti oleh seluruh pengguna jalan tol. Selain meningkatkan kebersihan, inisiatif ini juga bertujuan menciptakan sistem pengawasan berbasis komunitas yang lebih efektif. Dengan semakin tingginya volume kendaraan di jalan tol, keberadaan fasilitas yang bersih dan layak menjadi kebutuhan penting bagi kenyamanan perjalanan jarak jauh.Di sisi lain, pemerintah India juga tengah mendorong transformasi digital dalam sistem pembayaran tol. Otoritas Jalan Raya Nasional India (NHAI) telah mengumumkan bahwa mulai 10 April 2026, seluruh transaksi tol tidak lagi menerima pembayaran tunai. Pengguna jalan diwajibkan menggunakan metode digital seperti FASTag atau UPI.Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang di gerbang tol, terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Dengan sistem pembayaran nontunai, proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga arus lalu lintas dapat mengalir lebih lancar.Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pengguna yang membayar tol menggunakan UPI akan dikenakan biaya tambahan sebesar 0,25 persen dari nilai transaksi. Selain itu, pemerintah juga memperketat aturan terkait pembebasan tarif tol. Ke depan, hanya kendaraan dengan FASTag khusus yang mendapatkan pengecualian yang akan dibebaskan dari biaya tol. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kombinasi antara digitalisasi pembayaran dan peningkatan kualitas fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperbaiki ekosistem jalan tol di India. Tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga pengalaman pengguna yang lebih baik secara keseluruhan.Dengan melibatkan masyarakat dan memanfaatkan teknologi, pemerintah India mencoba menghadirkan standar baru dalam pengelolaan infrastruktur jalan. Jika berjalan efektif, bukan tidak mungkin pendekatan serupa dapat diadopsi di negara lain, termasuk Indonesia, yang juga tengah fokus meningkatkan kualitas layanan di jalan tol.