Di tengah semakin ketatnya persaingan industri kendaraan listrik dan masuknya banyak merek baru, Aletra memilih tidak terburu-buru memperluas jaringan diler. Produsen kendaraan listrik nasional tersebut menegaskan bahwa ekspansi jaringan tetap dilakukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas layanan purnajual. Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan bahwa saat ini Aletra telah mengoperasikan tujuh diler di sejumlah wilayah. Aletra L8 EV Tanggapan Christo mengenai diler “Sekarang total ada tujuh diler, di Puri, Pluit, Kemang, Dewi Sartika Cawang, Pekanbaru, dan Bandung,” ujar Christo. Meski persaingan pasar semakin padat, perusahaan tidak memilih strategi ekspansi agresif. Menurut Christo, kesiapan layanan menjadi faktor utama dalam menentukan pembukaan jaringan baru. “Kami sangat concern dengan after-sales service. Jadi tidak bisa sembarangan membuka diler,” kata dia. Ia menjelaskan, Aletra lebih memilih pertumbuhan bertahap dibandingkan membuka banyak jaringan dalam waktu singkat. “Kami tidak langsung ambil semua yang berminat. Lebih baik bertahap, tapi kualitasnya terjaga,” ujarnya. Pengembangan jaringan di masa depan Aletra L8 EV Untuk pengembangan ke depan, Aletra tetap menyiapkan penambahan jaringan di sejumlah kota potensial, termasuk Surabaya dan Bali. Selain itu, perusahaan juga tengah membangun kantor pusat dan pusat riset di Alam Sutera, Tangerang, yang akan menjadi basis pengembangan produk setir kanan untuk pasar domestik dan ekspor. “Tahun ini kami bangun di Alam Sutera, tempat headquarter dan R&D center kami,” kata Christo. “Kemudian juga Surabaya dan akan diikuti kota-kota lainnya,” tutup dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang