Merek mobil listrik asal Indonesia, Aletra, mulai menunjukkan keseriusannya dengan menjalankan proses perakitan kendaraan secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Product Manager Aletra Marsellinus Christo Antyo mengatakan, langkah perakitan lokal ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis Aletra ke depan. “Ini bukan proses yang instan. Sejak awal tahun kami sudah mempersiapkan pabrik, tetapi kami memilih melakukan evaluasi menyeluruh agar fasilitas ini bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Christo di Purwakarta, Rabu (21/1/2026). Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Aletra L8 EV menjadi model pertama yang dirakit di fasilitas tersebut. Proses perakitan dilakukan secara completely knocked down (CKD) sebagai bagian dari komitmen manufaktur lokal. Menurut Christo, sebelum masuk ke tahap produksi penuh, Aletra terlebih dahulu melakukan proses validasi melalui perakitan prototipe secara berulang. “Mobil dirakit, diangkat, dibongkar kembali, lalu dirakit ulang. Proses ini kami lakukan berkali-kali sampai tim benar-benar memahami detail perakitan dan hasil akhirnya sesuai spesifikasi,” kata dia. Proses produksi Aletra terbagi ke dalam empat tahapan utama. Dimulai dari trimming station yang terbagi atas tujuh sesi untuk pemasangan komponen interior, eksterior, dan ruang mesin. Tahap berikutnya adalah chassis station, di mana bodi kendaraan diangkat untuk pemasangan komponen utama seperti baterai, sistem pengereman, dan powertrain. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Selanjutnya kendaraan masuk ke final station dengan sembilan sesi untuk penyelesaian sistem elektronik, sebelum melewati tahap final assembly inspection yang mencakup pengecekan fungsi dan kualitas. “Saat ini kapasitas produksi kami berada di level enam unit per jam per shift,” ujar Christo. Pada tahap awal, produksi Aletra difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumen fleet yang dilakukan hingga Mei 2025. Aletra menargetkan produksi 2.000 unit Aletra L8 EV pada 2026 dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Angka tersebut akan meningkat menjadi 3.000 unit pada 2027 dengan target TKDN melampaui 60 persen. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang