Logo Honda Rencana peluncuran sejumlah mobil baru Honda dikabarkan mengalami penundaan. Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian pecinta otomotif, terutama karena beberapa model yang ditunggu sebenarnya diproyeksikan menjadi andalan baru perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Ilustrasi gambar mobil Honda Accord generasi 11 ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Mereka dikabarkan mengambil langkah berbeda di tengah perubahan industri otomotif global. Alih-alih buru-buru menghadirkan generasi baru, kedua merek tersebut justru memperpanjang masa edar beberapa model lama mereka hingga beberapa tahun ke depan.Keputusan ini muncul sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan sekaligus respons terhadap kondisi pasar otomotif yang masih terus berubah akibat transisi menuju kendaraan listrik.Honda disebut ingin mengalihkan lebih banyak sumber daya untuk pengembangan mobil listrik dan teknologi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, produsen asal Jepang tersebut memang cukup agresif menyiapkan lini EV baru, termasuk kerja sama teknologi dengan General Motors dan pengembangan platform kendaraan listrik sendiri.Akibat itu, dikutip VIVA dari Carscoops Selasa, 5 Mei 2026, Honda mengalami kerugian sebesar 2,5 triliun yen (15,9 miliar dolar AS) atau setara Rp276 triliun. Angka itu sangat mengejutkan dan produsen mobil tersebut sedang berupaya keras mencari cara untuk menghemat uang.Efek dari itu, beberapa mobil dari Honda mengalami penundaan. Adapun jenis mobilnya di antaranya Honda Civic, Honda Accord, Honda CR-V, dan Honda Pilot. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan model lamanya.Di pasar Amerika Utara, model seperti CR-V, Civic, dan Accord masih menjadi tulang punggung penjualan perusahaan. Dengan mempertahankan model yang sudah populer, Honda dinilai bisa menjaga stabilitas bisnis sambil menyiapkan transisi besar ke kendaraan listrik.Analis industri menilai langkah Honda cukup realistis di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat. Interior Honda Prologue ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Beberapa produsen otomotif global bahkan mulai meninjau ulang target elektrifikasi mereka karena permintaan EV di sejumlah pasar tumbuh lebih lambat dari perkiraan.Dengan memperpanjang umur model lama sambil fokus membangun teknologi listrik, Honda dianggap mencoba menjaga keseimbangan antara bisnis konvensional dan masa depan elektrifikasi.