Tak sedikit yang beranggapan bahwa Pedro Acosta merupakan penerus Marc Marquez di kelas utama balap motor dunia. Gaya balap agresif serta keberaniannya menyalip di tikungan kerap membuat publik membandingkan keduanya. Apalagi beberapa pekan ini santer isu mengenai masa depan Acosta. Banyak yang memprediksi dia akan berada satu paddock dengan Marc Marquez di tim pabrikan Ducati. Namun, apakah Marquez melihat dirinya dalam sosok Acosta? Helm spesial Shoei edisi Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, 93 unit di dunia Juara dunia MotoGP tujuh kali itu justru memberi tanggapan bernada sindiran. Menurut dia, ada satu hal yang membedakan karier keduanya di MotoGP. “Marc Marquez tahun 2013 memenangkan (gelar) balapan di tahun pertamanya,” ujar Marquez dikutip dari GPOne, Jumat (6/3/2026). Sebagai catatan, Marquez memang menjalani debut yang sangat impresif saat pertama kali naik ke kelas utama pada musim 2013. Ketika itu, pebalap berjuluk "Baby Alien" tersebut langsung membela tim pabrikan Repsol Honda dan mencetak kemenangan perdana di seri Austin, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Marquez juga berhasil merebut gelar juara dunia pada musim debutnya. Prestasi itu menjadikannya sebagai rookie pertama dalam beberapa dekade yang mampu langsung menjadi juara dunia MotoGP. Adapun Acosta, sang Juara Dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023, hingga kini masih belum menyabet gelar di kelas premier. Di sisi lain, Marquez juga kembali menyinggung soal penalti yang sempat menjadi perbincangan usai sprint race pada MotoGP Thailand 2026. Penalti tersebut diberikan setelah manuver menyalip Acosta dinilai terlalu agresif. Pedro Acosta saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Menurut Marquez, aturan mengenai batas manuver saat menyalip masih terus berkembang. “Ini soal menetapkan batas dan menerapkannya kepada semua orang,” katanya. “Setiap manuver berbeda, dan saya sadar itu adalah situasi yang sangat tipis. Dengan motor-motor ini, Anda harus sedikit mencari celah untuk melakukan block pass. Itu adalah batas baru, dan kami sedang beradaptasi dengannya," ujarnya. "Mungkin kami akan berpikir dua kali sebelum menyalip. Saya berharap bisa bertarung memperebutkan gelar, dan bahkan jika saya kehilangannya, itu berarti saya sudah mencoba dan bertarung sekuat tenaga,” kata Marquez. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang