Tear-off pada helm pebalap MotoGP sudah beberapa kali memberikan masalah. MotoGP pun berencana untuk mengatur ketat regulasi soal pencopotan lapisan visor helm atau tear-off. Untuk diketahui, tear-off pada helm pebalap merupakan plastik yang melapisi visor. Ketika kotor dan mengganggu visibilitas pebalap, maka pebalap tinggal melepasnya untuk mendapatkan visibilitasnya kembali. Sekilas terlihat hanya seperti lapisan plastik yang tipis. Sayangnya, tear-off yang dilepas ketika pebalap berada di trek membuat masalah. Alex Marquez saat berlaga pada MotoGP Catalan 2025 Pertama kali dialami oleh Jack Miller pada MotoGP Emilia Romagna 2020. Dia harus mengakhiri balapannya lebih awal karena tear-off milik Fabio Quartararo terhisap masuk ke dalam filter udara motornya. Kemudian, kasus kedua dialami oleh Marc Marquez pada MotoGP Australia 2024, karena tear-off miliknya sendiri. Dia melepas tear-off sesaat sebelum start dan terjebak di ban belakang motor. Saat akan start, ban mengalami spin karena tear-off tersebut. Sehingga, membuat start yang dilakukan Marc tidak sempurna. Filter udara motor Jack Miller menghisap tear off atau lapisan kaca helm milik Fabio Quartararo. Terbaru, dialami oleh Marco Bezzecchi pada MotoGP Spanyol 2026, karena tear-off milik Alex Marquez. Alex melepas tear-off pada tikungan terakhir dan tersangkut pada winglet motor Bezzecchi. Saat berbaris di grid, tear-off kemudian terjatuh dan terjebak di ban belakangnya. Sehingga, start yang dilakukan Bezzecchi pun menjadi tidak sempurna. “Ini adalah sesuatu yang harus kita perbaiki karena pada awal tahun ini kita sudah membicarakannya. Tujuannya semula hanya untuk menghindari terlepasnya tear-off di grid, tapi seperti yang kalian lihat, itu tidak cukup,” ujar Marc, dikutip dari Motorsport.com, Sabtu (2/5/2026). “Perlu ditentukan titik di mana pembalap dapat melepas tear-off. Akan sangat berguna jika para pebalap diminta untuk melepasnya di lintasan lurus, misalnya dari tikungan 5 ke 6, karena hal itu akan mencegah potensi masalah sebelum memasuki tikungan terakhir. Itu sungguh sebuah kecelakaan,” kata Marc. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang