VIVA Otomotif: Booth motor Honda di IIMS 2023 Penjualan sepeda motor di Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026. Setelah sempat menembus lebih dari 520 ribu unit pada April, jumlah motor yang didistribusikan dari pabrik ke diler pada bulan lalu turun menjadi 479.388 unit. Meski begitu, kondisi tersebut belum menjadi sinyal buruk bagi industri roda dua nasional. Sebab, di saat pasar dalam negeri melambat, permintaan dari luar negeri justru menunjukkan tren yang positif. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI yang dilihat VIVA Otomotif Selasa 9 Juni 2026 menunjukkan, ekspor sepeda motor utuh atau Completely Built Up (CBU) mencapai 54.759 unit pada Mei 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan April yang berada di level 52.411 unit.Artinya, motor buatan Indonesia masih cukup diminati oleh konsumen di berbagai negara. Bahkan, capaian ekspor Mei menjadi salah satu yang terbaik sepanjang tahun ini.Tak hanya motor utuh, ekspor komponen juga mencatat hasil yang menggembirakan. Pada Mei 2026, pengiriman komponen motor ke luar negeri mencapai 16,57 juta unit. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal tahun.Sementara itu, ekspor dalam bentuk CKD atau motor yang dikirim dalam kondisi belum dirakit memang sedikit menurun. Dari 723.220 unit pada April menjadi 697.614 unit pada Mei. Namun angkanya masih tergolong besar dan menunjukkan aktivitas produksi pabrikan yang tetap tinggi.Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Mei 2026, penjualan motor di pasar domestik telah mencapai 2,61 juta unit. Sementara ekspor motor utuh menembus 266.752 unit dan ekspor CKD mencapai lebih dari 3,2 juta unit.Menariknya, jika melihat tren lima bulan pertama tahun ini, pasar motor nasional masih bergerak cukup dinamis. Penjualan sempat mencapai 587.354 unit pada Februari, kemudian turun tajam pada Maret menjadi 448.974 unit, sebelum kembali naik pada April dan kembali terkoreksi pada Mei. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih menjadi faktor penting yang memengaruhi penjualan motor di dalam negeri. Namun di sisi lain, kuatnya permintaan dari pasar ekspor menjadi kabar baik bagi industri otomotif Indonesia.Dengan kata lain, ketika pasar domestik sedang melambat, pabrikan masih memiliki penopang dari pasar internasional. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa motor buatan Indonesia masih memiliki daya saing yang cukup kuat di berbagai negara tujuan ekspor.