— Setelah resmi masuk pasar Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, ban Sailun terus memperkuat penetrasi di pasar otomotif nasional Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembangunan fasilitas manufaktur ban di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pada tahap awal, pabrik Sailun di Demak memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta ban mobil penumpang, 600.000 ban truk, serta 37.000 ton ban off-the-road (OTR) per tahun. PCR/TBR Director PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, mengatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini masih diarahkan pada pasar domestik. "Kami fokus ke pasar domestik. Kami tahu bahwa pasar domestik sangat besar. Data tertulis mungkin tidak begitu besar. Tapi di pasar kebutuhannya sangat besar," kata Eko di Demak, akhir pekan lalu. Saat ini, Sailun menawarkan beragam produk ban, mulai dari ban radial truk (TBR), ban radial mobil penumpang (PCR), ban khusus off the road (OTR), ban dalam, hingga flap. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. Selain memasarkan merek Sailun, perusahaan juga menghadirkan merek lain di bawah naungan Sailun Group, yakni RoadX, Blackhawk, dan Maxam. Eko menjelaskan, meski menggunakan merek yang berbeda, produk-produk tersebut memiliki kesamaan fungsi serta kelengkapan lini. "Jadi, ketiga merek ini memiliki lini produk yang sama dengan fungsi yang juga sama. Selanjutnya Maxam, untuk Maxam ini sendiri ada dua fokus, yaitu untuk pertambangan, lalu ada juga untuk pertanian serta industri," kata Eko. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang