Chery Group Indonesia menaungi beberapa merek andalannya. Saat ini, cukup banyak merek yang sudah dipasarkan di Tanah Air. Berawal dari merek Chery itu sendiri, kemudian hadir Jaecoo. Pabrik Chery Intelligent Connected Mega Factory, di Wuhu, China. Setelah itu, Jetour juga turut memasarkan produknya di Indonesia. Tahun ini, Lepas juga sudah memperkenalkan diri ke publik. Sudah ada empat merek dari Chery Group yang bersaing di pasar otomotif nasional. Produksi pabrik Chery di Wuhu, China Namun, mobil China ini masih memanfaatkan fasilitas perakitan di PT Handal Indonesia Motor (HIM). Dengan banyaknya merek tersebut, Chery Group Indonesia mengatakan bahwa pihaknya akan mulai membangun pabrik sendiri. "Tahun ini, kita rencananya mulai. Jadi, tunggu. Nanti kalau sudah mulai, saya kasih kabar," ujar Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, kepada wartawan, saat ditemui di Jakarta, Senin (3/11/2025). Shuo enggan menjelaskan yang dimaksud dengan "tahun ini", apakah mulai mencari lokasi pabrik atau mulai melakukan pembangunan pabrik. Namun, dia mengatakan, fasilitas produksi di PT HIM masih akan tetap digunakan. "Kita akan ada kemungkinan paralel. Kita akan lihat masa depan, karena kita enggak langsung akan berhenti. Kita akan tetap lanjut bersama Handal," kata Shuo. Keputusan untuk membangun fasilitas produksi sendiri ini menunjukkan keseriusan Chery Group dalam menggarap pasar Indonesia. Dengan memiliki pabrik lokal, perusahaan dapat menekan biaya logistik, meningkatkan kandungan lokal, serta lebih cepat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor di masa depan. Langkah ini juga sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia yang mendorong peningkatan investasi di industri otomotif. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.