Dengan nilai investasi USD 251,44 juta, pabrik ban Saliun akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR). Sebagai salah satu produsen ban dengan ekspansi tercepat secara global, Sailun Group memperkuat pijakannya di Asia Tenggara melalui peresmian pabrik manufaktur terbarunya di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi global Sailun sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi ban di kawasan. Menariknya lagi saat peresmian pabrik ban tersebut, (18/1) turut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Demak, Bapak H. Akhmad Sugiharto, S.T., M.T.,Lalu Sekretaris Direktorat Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Republik Indonesia, Dr. Sri Bimo Pratomo, St., M.Eng.Dan perwakilan Direksi Sailun Group, yaitu Mr Xie Xiao Hong - President of Sailun Group, serta Mr Cao Guo Qiang - General Manager Asia Region & PT Sailun Tire Indonesia, dan Mr Wang Dian Ying - General Manager PT Sailun Manufacturing Indonesia.Sekedar informasi hadir pertama kali pada tahun 2002, Sailun Group kini menempati peringkat ke-10 produsen ban terbesar dunia berdasarkan laporan Tire Press 2024.Sailun Group Resmikan Basis Manufaktur di Indonesia, Perkuat Ekspansi Asia TenggaraDan berada di posisi ke-11 merek ban paling bernilai global menurut Brand Finance 2023.Dengan kehadiran di lebih dari 180 negara, Sailun mengoperasikan sembilan pabrik manufaktur serta empat pusat riset dan pengembangan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, yang berfokus pada inovasi teknologi, kualitas produk, dan keberlanjutan.Pertumbuhan bisnis Sailun tercermin dari lonjakan penjualan global yang meningkat signifikan, dari USD 296 juta pada 2008 menjadi USD 3 miliar pada 2022.Saat ini, Sailun memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban yang mencakup segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga aplikasi khusus seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian.Investasi Strategis Sailun di IndonesiaKomitmen jangka panjang Sailun di Indonesia diwujudkan melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Demak, Jawa Tengah, yang dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia, anak perusahaan Sailun International Holding.Pabrik Sailun Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta ban kendaraan penumpangPabrik ini dibangun dengan nilai investasi USD 251,44 juta dan akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR).Pada fase awal, pabrik Sailun Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR.Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas ini juga dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik.Bangun Ekosistem Produk dan Layanan TerintegrasiTak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, Sailun Indonesia juga dikembangkan sebagai hub distribusi dan layanan purna jual nasional.Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, Sailun membangun sistem distribusi yang andal guna memastikan ketersediaan produk, kecepatan pengiriman, serta layanan purna jual yang kompetitif di seluruh Indonesia."Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia," ujar Eko Supriyatin, Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia.Sailun Group Ekspansi ke Indonesia, Resmikan Pabrik Ban di Demak, Jawa Tengah"Ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kemampuan kami dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra."Momentum ini dirayakan melalui agenda "Smart Manufacturing Shared Success - Sailun Group Partners Conference", yang menjadi ajang kolaborasi strategis untuk membuka babak baru pertumbuhan Sailun di Asia Tenggara.Acara ini juga menandai peluncuran resmi operasional manufaktur Sailun di Indonesia.Dengan investasi, teknologi, dan strategi jangka panjang yang terintegrasi, Sailun Group optimistis kehadirannya di Indonesia akan memberikan kontribusi nyata bagi industri ban nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia di rantai pasok otomotif global.