– Merek ban asal China, Sailun, meresmikan pembangunan fasilitas manufaktur ban di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Gao Liting, Vice President of Manufacturing Center, Sailun Grouni, mengatakan pabrik manufaktur di Demak menjadi bukti komitmen jangka panjang Sailun dalam menggarap pasar Indonesia. Anak perusahaan Sailun International Holding itu menanamkan investasi sebesar 251,44 juta dollar AS atau setara Rp 3,9 triliun. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. "Ini merupakan proyek strategis dengan total investasi sebesar 251 juta dollar AS yang telah resmi mulai beroperasi pada Mei 2025," ujarnya di Semarang, Sabtu (17/1/2026). Pabrik Sailun Indonesia akan memproduksi berbagai macam produk, mencakup ban radial truk (TBR), ban radial mobil penumpang (PCR), ban khusus off the road (OTR), ban dalam, serta flap. Pabrik juga tidak hanya membuat ban dengan merek dagang Sailun, tapi merek lain di bawah Sailun Group yaitu RoadX, Blackhawk, dan Maxam. Gao Liting menjelaskan, kapasitas produksi tahunan pabrik tersebut dirancang untuk menghasilkan 3 juta ban mobil penumpang, 600.000 ban truk, serta 37.000 ton ban OTR. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan berbagai segmen, mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga alat berat. Pabrik di Indonesia menjadi fasilitas produksi ketujuh Sailun di dunia dari total sembilan pabrik yang dimiliki secara global, dengan dukungan empat pusat pengembangan produk atau research and development (R&D). Gao Liting mengatakan ada tiga alasan utama Sailun memilih Indonesia sebagai lokasi investasi, yakni logika pasar, strategi, dan keunggulan sumber daya. "Kami percaya bahwa 'di mana ada kendaraan, di situ harus ada ban'. Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan ekosistem industri yang berkembang pesat. Kehadiran pabrik lokal memungkinkan respons pasar yang jauh lebih cepat," katanya. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. Terkait logika strategi, Gao Liting mengatakan pemilihan Indonesia berkaitan dengan optimalisasi jaringan manufaktur global Sailun. "Bersama pabrik kami di Vietnam dan Kamboja, fasilitas Indonesia membentuk klaster manufaktur Asia Tenggara yang kuat, meningkatkan kemampuan pengiriman regional, ketahanan rantai pasok, dan daya saing global," katanya. Selain itu, keunggulan sumber daya alam menjadi alasan ketiga. "Ketersediaan karet alam yang melimpah di Indonesia menjadi fondasi penting bagi produksi lokal dan optimasi biaya," ujar Gao Liting. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang