Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui BPTD Kelas II Kalimantan Timur, melakukan kegiatan normalisasi dan penyesuaian dimensi kendaraan angkutan barang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung percepatan implementasi penanganan kendaraan yang memiliki dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Kegiatan berlangsung di Plaza Balikpapan, bersamaan dengan peluncuran layanan pick-up dan drop-off BTS Balikpapan City Trans serta layanan angkutan antarmoda Balikpapan-IKN. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, hingga saat ini terdapat 69 kendaraan yang telah mendaftar ke BPTD Kelas II Kalimantan Timur untuk mengikuti proses normalisasi. Normaliasii atau pemotongan Truk ODOL di Kalimantan "60 kendaraan berasal dari Samarinda. Namun, pada hari ini sebagai langkah awal atau kick-off akan dilaksanakan kegiatan normalisasi pada 14 kendaraan," ucapnya, Kamis (27/8/2026). Menurut Aan, banyaknya perusahaan yang mendaftarkan kendaraannya untuk menjalani normalisasi dan penyesuaian dimensi merupakan hal positif. Kondisi tersebut menunjukkan adanya partisipasi dan komitmen para pemilik serta pelaku usaha angkutan barang dalam mendukung implementasi kebijakan penanganan ODOL. Daftar Perusahaan Adapun perusahaan yang telah mendaftarkan kendaraannya untuk menjalani normalisasi di antaranya PT Aldi Mitra Sejahtera, PT Perdana Semesta Perkasa, PT Nathan Najwa Logistik, PT Panen Abadi Logistik, dan PT Indo Kargo Nusantara. Sementara itu, perusahaan karoseri yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini di antaranya PT Expedisi Menara Samarinda, PT Pundi Satria Nusantara, dan PT Karunia Jaya Bangkit. Penindakan truk ODOL Aan mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada operator atau perusahaan angkutan barang yang secara sukarela dan dengan biaya sendiri melakukan normalisasi terhadap kendaraannya. "Kami berharap dapat terus menjaga kolaborasi dan komitmen bersama untuk mempercepat penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan sekaligus mendorong terwujudnya sistem angkutan barang yang lebih berkeselamatan dan tertib," ujarnya.